Berinvestasilah di Fxatt

fxattitudesindonesia.wetpaint.com
Bisnis Fxattitudes Forex.
Investasi bagi hasil bebas resiko

Senin, 02 Februari 2009

Yogurt

Yogurt Characteristicts and Processing
Peringkat Pengguna: / 0
JelekBagus
Ditulis oleh Administrator
Rabu, 30 Januari 2008
Yogurt in one of a family of cultured dairy products that include buttermilk, culture cream, dips, Kefir, Koumis and Acidophilus milk. All require good quality milk, high heat treatment of the milk, active & suitable bacterial cultures and good manufacturing practices.

All of these products are dependent upon the fact that casein (the major protein of milk) is insoluble at its isoelectric point (pH 4.6, where the net charge of the casein is 0.) Lactic acid bacteria product lactic acid which reduces the pH from the natural pH of milk (pH 6.5-6.6) to pH 4.6 and lower.
Some of the cultured milk products (buttermilk and sour cream and dips) utilized mesophillic lactic acid bacteria (Lactococcus lactis), whereas yogurt, Koumis, Kefir and acidophilus milk utilize lactic acid bacteria that grow best at about 40oC.

For Yogurt the fat content is generally reduced to about 1-2% and the milk solids increased by 1-4%. The milk is heated to temperatures well above standard pasteurization to:

* Destroy indigenous bacteria
* Improve the milk as a growth medium by reducing the oxidation/reduction potential
* Make a smoother bodied product which is smoother and with more resistance to "wheying-off" (syneresis)

Homogenization also provides for an improved body in the finished product. During homgenization, casein is attached to the surface of the fat globule. When the casein coagulated after acid production, the fat is a part of the continuous gel structure.
The cultures used for Yogurt are a !:1 blend of Lactobacillus bulgaricus and Lactococcus thermophilus. The organisms are synergistic, with each producing products required for the growth of the other. Plain yogurt has a "walnut" like flavor that is the result of formation of acetaldehyde during fermentation.

The majority of people do not like the taste of plain yogurt. The addition of sugar and fruit made a tremendous difference in the acceptance of Yogurt. Two style of fruit yogurt are the "Sundae" style where the fruit is on the bottom of the cup and "Swiss" style where the fruit is uniformly distributed through the product. The ingredients and processing of these two styles is different, as are the characteristics of the product.

After formulation, pasteurization and homogenization, the milk is cooled to the proper incubation temperature (about 40oC) and inoculated with 1- 1.5% starter culture. Incubation then proceeds until the desired acidity is reached. Different manufacturers use different pH end-points. The range is generally between pH 4.1 and 4.6.

Since the "Sundae" style Yogurt is incubated in the final package, the gel formed during coagulation is not disturbed and this product is firmer than the "Swiss" style Yogurt. Still care must be taken to avoid a lot of agitation of the package that would cause a break-down of the body.

"Swiss" style Yogurt is incubated in large vats (preferable cone shaped) and the curd must be broken for addition of the fruit and for packaging. The viscosity of Yogurt becomes less with mixing (non-Newtonian behavior) and generally stabilizers are added to provide for a heavier bodied product. Originally 0.5% gelatin was used as the stabilizer. Today, a number of stabilizer blends are available on the market.

Al Quran

MENJELAJAH DUNIA SEMUT

Tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; Sesungguhnya
Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana."
(QS. Al-Baqarah, 2:32)

KOMUNIKASI DALAM MASYARAKAT

Al Quran memberi informasi menarik saat membicarakan tentara Nabi Sulaiman as. dan menyebut adanya "sistem komunikasi" yang maju di antara semut. Ayat itu sebagai berikut:

"Hingga apabila mereka sampai di lembah semut, berkatalah seekor semut: "Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari." (QS. An-Naml, 23: 18) !

Penelitian ilmiah tentang semut pada abad ini menunjukkan adanya jaringan komunikasi yang luar biasa di antara makhluk ini. Dalam artikel di majalah National Geo-graphic, hal ini dijelaskan:

Dalam kepala semut terdapat organ-organ indra majemuk, besar dan kecil, untuk menangkap isyarat visual dan kimiawi yang vital bagi koloni, yang mungkin terdiri atas sejuta lebih pekerja, yang semuanya betina. Otaknya mengandung setengah juta sel saraf; matanya majemuk, antenanya ber-fungsi sebagai hidung dan ujung jari. Tonjolan di bawah mulut menjadi indra pengecap; bulu menjadi indra peraba.7

Sekalipun tidak kita perhatikan, semut memiliki metode komunikasi yang cukup berbeda berkat organ pengindra mereka yang peka. Mereka menggunakan organ indra ini setiap saat dalam hidup mereka, dari menemukan mangsa hingga saling mengikut sesamanya, dari mem-bangun sarang hingga bertarung. Sistem komunikasi mereka membuat kita - sebagai manusia yang berakal budi - kagum pada 500.000 sel saraf yang termuat dalam 2 atau 3 milimeter tubuh mereka. Harus kita ingat di sini, setengah juta sel saraf dan sistem komunikasi yang rumit tersebut dimiliki oleh semut yang ukuran tubuhnya hampir sepersejuta tubuh manusia.

Dalam penelitian yang dilakukan pada makhluk sosial seperti semut, lebah, dan rayap yang hidup berkoloni, respon hewan-hewan ini dalam proses komunikasi digolongkan dalam beberapa kategori utama: mengambil posisi siaga, bertemu, membersihkan, bertukar makanan cair, mengelompok, mengenali, mendeteksi kasta.… 8

Semut, yang membentuk struktur sosial yang tertib dengan berbagai respon ini, menjalani hidup berdasarkan pertukaran berita timbal balik, dan tidak mengalami kesulitan melakukannya. Dapat dikatakan bahwa semut, dengan sistem komunikasi yang mengesankan itu, seratus persen berhasil dalam hal-hal yang kadang tak dapat diselesaikan atau di-sepakati manusia melalui berbicara (misalnya bertemu, bercerita, mem-bersihkan, bertahan dan lain-lain).

Pertukaran Berita di antara Kelompok Semut

Pertama, semut pencari pergi ke sumber makanan yang baru ditemu-kan. Lalu mereka memanggil semut lain dengan cairan yang disebut feromon(*), yang disekresikan dalam kelenjar-kelenjar mereka. Saat kerumunan di sekitar makanan membesar, sekresi feromon membatasi pekerja. Jika makanan sangat kecil atau jauh, pencari menyesuaikan jumlah semut yang mencoba mencapai makanan dengan mengeluarkan isyarat. Jika makanan besar, semut mencoba lebih giat untuk mening-galkan lebih banyak jejak, sehingga lebih banyak semut dari sarang yang membantu para pemburu. Apa pun yang terjadi, tak pernah ada masalah dalam konsumsi makanan dan pemindahannya ke sarang, karena di sini ada "kerja tim" yang sempurna.

(*) FEROMON berasal dari kata "fer" (membawa) dan "hormon" (hormon) dan artinya "pembawa hormon". Feromon adalah isyarat yang digunakan di antara hewan sespesies dan biasanya diproduksi dalam kelenjar khusus untuk dise-barkan.

Komunikasi melalui feromon sangat meluas dalam keluarga serangga. Feromon bertindak sebagai alat pemikat seksual antara betina dan jantan. Jenis feromon yang sering dianalisis adalah yang digunakan ngengat sebagai zat untuk melakukan perkawinan. Ngengat gipsi betina dapat mempengaruhi ngengat jantan beberapa kilometer jauhnya dengan memproduksi feromon yang disebut "disparlur". Karena ngengat jantan mampu mengindra beberapa ratus molekul dari betina yang mengeluarkan isyarat dalam hanya satu mililiter udara, disparlur tersebut efektif saat disebarkan di wilayah yang sangat besar sekalipun.

Feromon memainkan peran penting dalam komunikasi serangga. Semut menggunakan feromon sebagai penjejak untuk menunjukkan jalan menuju sumber makanan. Bila lebah madu menyengat, ia tak hanya meninggalkan sengat pada kulit korbannya, tetapi juga meninggalkan zat kimia yang memanggil lebah madu lain untuk menyerang. Demikian pula, semut pekerja dari berbagai spesies mensekresi feromon sebagai zat tanda bahaya, yang digunakan ketika terancam musuh; feromon disebar di udara dan mengumpulkan pekerja lain. Bila semut-semut ini bertemu musuh, mereka juga memproduksi feromon sehingga isyaratnya bertambah atau berkurang, bergantung pada sifat bahayanya.



Contoh lain berkaitan dengan semut penjelajah yang bermigrasi dari sarang ke sarang. Semut ini mendekati sarang tua dari sarang yang baru ditemukan dengan meninggalkan jejak. Para pekerja lain memeriksa sarang baru itu dan jika mereka yakin, mereka juga mulai meninggalkan feromon mereka sendiri (jejak kimiawi) di atas jejak lama. Oleh karena itu, semut yang berjalan di antara dua sarang itu meningkat jumlahnya dan mereka menyiapkan sarang. Selama pekerjaan ini, semut pekerja tidak bersantai. Mereka membangun organisasi dan pembagian kerja tertentu di antara mereka. Tugas seluruh kelompok yang diperkirakan oleh semut yang mendeteksi sarang baru adalah sebagai berikut:

1. Bertindak sebagai pengumpul di wilayah baru.

2. Datang ke wilayah baru dan berjaga.

3. Mengikuti penjaga untuk menerima perintah pertemuan.

4. Membuat survei terperinci wilayah tersebut.

Tentu saja, kita tidak bisa menyepelekan saja tanpa perenungan bahwa rencana aksi sempurna tersebut telah dipraktikkan semut sejak hari pertama mereka muncul. Pembagian kerja yang disyaratkan rencana seperti ini tidak dapat diterapkan oleh individu yang hanya memikirkan hidup dan kepentingannya sendiri. Lalu muncullah pertanyaan berikut: "Siapa yang mengilhamkan rencana ini dalam diri semut selama berjuta tahun dan siapa yang memastikan penerapannya?" Sewajarnya, diper-lukan kecerdasan dan kekuasaan tinggi untuk komunikasi kelompok yang unggul ini. Kebenarannya jelas. Allah, Pencipta segala makhluk dan pemilik kebijakan tak terbatas, memberi kita jalan untuk memahami kekuasaan-Nya dengan menampilkan dunia semut yang sistematis ini.

Komunikasi Kimiawi

Semua kategori komunikasi yang disebut di atas dapat dikelompok-kan dalam judul "Isyarat Kimiawi". Isyarat kimiawi ini memainkan peran terpenting dalam organisasi koloni semut. Semiokemikal adalah nama umum zat kimia yang digunakan semut untuk tujuan menetapkan komu-nikasi. Pada dasarnya ada dua jenis semiokemikal, yaitu feromon dan alomon.

Alomon adalah zat yang digunakan untuk komunikasi antargenus. Namun, seperti yang dijelaskan sebelumnya, fero-mon adalah isyarat kimiawi yang terutama digunakan dalam genus yang sama dan saat disekresikan oleh seekor semut dapat dicium oleh yang lain. Zat kimia ini diduga diproduksi dalam kelenjar endokrin. Saat semut menyekresi cairan ini sebagai isyarat, yang lain menangkap pesan lewat bau atau rasa dan menanggapinya. Penelitian mengenai feromon semut telah menyingkapkan bahwa semua isyarat disekresikan menurut kebutuhan koloni. Selain itu, konsentrasi feromon yang dise-kresikan semut bervariasi menurut kedaruratan situasi.9

Seperti terlihat, diperlukan pengetahuan kimia yang mendalam untuk mengelola tugas yang dilakukan semut. Kita dapat menganalisis zat kimia yang diproduksi semut hanya melalui uji laboratorium, dan harus menuntut ilmu bertahun-tahun untuk dapat melakukannya. Namun semut dapat menyekresikan zat ini kapan saja mereka perlu, dan telah melakukannya sejak hari mereka menetas, serta tahu betul tanggapan apa yang perlu diberikan kepada setiap sekresi.

Komunikasi antara semut dapat dilaksanakan melalui penyampaian isyarat kimiawi melalui bau atau rasa.

Kenyataan bahwa mereka dapat mengidentifikasi zat kimia secara tepat begitu menetas menunjukkan adanya "instruktur" yang memberi mereka pendidikan ilmu kimia saat menetas. Mengklaim hal sebaliknya berarti menerima bahwa semut telah mempelajari ilmu kimia perlahan-lahan dan mulai melakukan percobaan: ini melanggar logika. Semut mengenal zat-zat kimia ini tanpa pendidikan apa pun saat menetas. Kita tak bisa berkata bahwa semut lain atau makhluk hidup lain adalah "guru" semut itu. Tak ada serangga, tak ada makhluk hidup - termasuk manusia - yang mampu mengajari semut cara memproduksi zat kimia dan berkomunikasi dengannya. Jika ada tindakan pengajaran sebelum lahir, satu-satunya kehendak yang mampu melakukan tindakan ini adalah Allah, yang merupakan Pencipta segala makhluk dan "Rabb (Pendidik)" langit dan bumi.

Banyak orang bahkan tak tahu arti "feromon", sesuatu yang disekresi semut terus-menerus dalam kehidupan sehari-hari. Namun berkat zat-zat kimia ini, setiap semut yang baru menetas mampu melakukan sistem komunikasi sosial yang sempurna; sistem komunikasi sosial yang tak menyisakan ruang untuk meragukan adanya sang Pencipta dengan kekuasaan tak terbatas.…

Kelenjar Endokrin

Pada dasarnya terdapat beberapa kelenjar endokrin tempat reaksi kimia kompleks yang telah kita bicarakan terjadi. Sekresi yang dihasil-kan dalam enam kelenjar endokrin memungkinkan korespondensi kimiawi antarsemut. Akan tetapi, hormon-hormon ini tidak menunjuk-kan ciri-ciri yang sama dalam setiap spesies semut; setiap kelenjar endokrin memiliki fungsi terpisah dalam spesies semut yang berbeda. Sekarang mari kita telaah lebih dekat kelenjar-kelenjar endokrin ini.

Kelenjar Dufour. Hormon yang diproduksi dalam kelenjar ini di-gunakan dalam perintah tanda bahaya dan berkumpul untuk menyerang.

Kantung Racun: Produksi asam format dalam jumlah besar terjadi dalam kantung racun. Di sini pula dibentuk racun yang diproduksi untuk digunakan selagi menyerang dan bertahan. Contoh terbaik hormon ini terdapat pada semut api. Racun semut ini dapat melumpuhkan hewan kecil dan mencederai manusia.

Di hutan yang dihuni semut yang memproduksi asam format, peneliti menemukan asam format pada tingkat yang tak bisa dijelaskan. Semua teori yang diajukan terbukti keliru dan semua penelitian yang dilakukan tak membuahkan hasil apa pun. Pada akhirnya, keyakinan umum para ilmuwan berkembang seperti berikut:

Asam format di hutan dibentuk oleh asam yang berasal dari peng-uapan asam yang diproduksi semut, menghasilkan perubahan ekologis. Maksudnya, makhluk mikro ini mampu memproduksi dan, jika perlu, menggunakan asam, dalam skala yang bahkan dapat mempengaruhi atmosfer daerah yang mereka huni tanpa membahayakan diri mereka sendiri dan ini membingungkan para peneliti.10

Kelenjar Pigidial: Tiga macam spesies semut menggunakan sekresi yang diproduksi kelenjar ini sebagai sistem tanda bahaya. Semut panen gurun besar mengirimkan hormon ini dalam bentuk bau yang kuat dan mengeluarkan tanda bahaya panik; dan Pheidole Biconstricta, spesies semut di Amerika Selatan, menggunakan sekresi yang dihasilkannya dalam kelenjar ini untuk tanda penyerangan dan pertahanan kimiawi.

Kelenjar Sternal: Sekresi di sini digunakan selama migrasi koloni, melacak mangsa, dan mengumpulkan "prajurit". Fungsi paling orisinal sekresi ini adalah melumasi daerah perut ketujuh, yang sering harus diputar saat menyemprotkan racun. Dengan ini pemutaran tubuh untuk menyemprotkan racun menjadi lebih mudah. Tanpa kelenjar ini, yang merupakan pusat produksi zat pelumas mikroskopis, sistem pertahanan semut tidak akan efisien.

Namun, bukan itu yang terjadi, karena adanya rancangan sempurna ini: Cara semut mungil memutar tubuh untuk menyemprotkan racun telah ditentukan, sebagaimana telah ditakdirkan di mana dan bagaimana produksi pelumas yang diperlukan untuk mengurangi tekanan saat memutar tubuh ini.

Di kanan adalah diagram ana-tomis semut spesies Formica. Otak dan sistem saraf ditunjuk-kan dalam warna biru, sistem pencernaan warna merah muda, jantung warna merah, sedangkan kelenjar endokrin dan struktur terkait warna kuning. 1. Kelenjar mandibular. 2. Pharynx. 3. Kelenjar profaringeal. 4. Kelenjar pascafaringeal. 5. Otak. 6. Kelenjar labial. 7. Esofagus. 8. Sistem saraf. 9. Kelenjar metapleural. 10. Jantung. 11. Lambung. 12. Proventrikulus. 13. Kantung malpighi. 14. Usus tengah. 15. Rektum. 16. Anus. 17. Kelenjar Dufour. 18. Kantung racun.



Kelenjar Metapleural: Telah ditemukan bahwa sekresi dari kelenjar ini adalah antiseptik, yang melindungi permukaan tubuh dan sarang dari mikroorganisme. Misalnya, asam yang merupakan sejenis antibiotika selalu terdapat pada tubuh semut Atta dengan jumlah senantiasa 1,4 mikrogram. Semut pekerja menyekresikan hormon antiseptik ini dalam jumlah kecil dari waktu ke waktu. Selanjutnya, jika diserang, ia menge-luarkan hormon ini untuk mengusir musuh.11

Jangan lupa bahwa semut tidak tahu cara melindungi diri dari mikroba, bahkan, tidak mengetahui adanya mikroba. Tapi tubuhnya menghasilkan obat untuk melawan musuhnya tanpa ia sadari. Kenya-taan bahwa dalam tubuh semut selalu ada hormon antiseptik dengan jumlah 1,4 mikrogram adalah detail yang telah dipikirkan dengan ketelitian tinggi. Karena Dia yang menciptakan semut adalah Dia yang memenuhi semua kebutuhan makhluk hidup yang diciptakan-Nya hingga detail terkecil dan Dia yang sesungguhnya Maha Pemurah.

Allah Mahalembut terhadap hamba-hamba-Nya; Dia memberi rezeki kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Dialah Yang Mahakuat lagi Maha Perkasa.(Surat Asy-Syura:19)



Seperti yang telah ditunjukkan, semua kelenjar endokrin yang disebut dalam bab ini adalah unit yang berfungsi vital untuk semut. Hilang atau tak berfungsinya kelenjar mana pun akan berpengaruh buruk pada seluruh hidup sosial dan fisik semut. Bahkan, semut itu tak akan mampu bertahan hidup.

Ini meruntuhkan klaim teori evolusi bahwa makhluk hidup berkembang secara bertahap dan berawal dari bentuk primitif, yang berangsur-angsur makin maju akibat rang-kaian kebetulan yang menguntungkan. Jika demikian berarti pada tahap-tahap sebelumnya semut tidak memiliki sebagian ciri-ciri fisiologis mereka hari ini dan baru memperolehnya belakangan. Namun, semua sekresi semut yang kita bahas di atas adalah vital, dan tanpanya spesies semut mustahil mampu bertahan hidup.

Semua ini membawa kepada kesimpulan bahwa sejak awal semut sudah diciptakan bersama kelenjar-kelenjar endokrin dan fungsi-fungsi vital ini. Jadi, mereka tidak pernah menunggu perkembangan kelenjar endokrin yang diperlukan selama ratusan ribu tahun agar dapat memiliki sistem komunikasi dan pertahanan. Jika tidak, mustahil genus semut mampu bertahan hidup. Penjelasan satu-satunya adalah bahwa spesies semut pertama yang ada di bumi bertahan hidup dalam bentuk yang sama sempurnanya dan sama lengkapnya seperti hari ini. Sistem sempurna ini pastilah karya seni sesosok perancang yang cerdas. Jika kita sekarang bisa membicarakan masyarakat semut yang berpopulasi miliaran ekor, kita harus mengakui bahwa Pencipta yang satu telah menciptakan semua ini sekaligus.

Kartu Identitas Semut: Bau Koloni

Telah disebutkan sebelumnya bahwa semut dapat saling mengenali dan membedakan keluarga dan temannya yang sekoloni. Para ahli zoologi masih menyelidiki bagaimana semut dapat mengenali keluarga-nya. Sementara manusia tak dapat membedakan beberapa semut yang mungkin ia temui, mari kita lihat sekarang bagaimana makhluk yang sangat serupa ini dapat saling mengenali.

Semut dapat dengan mudah mendeteksi apakah seekor semut lain berasal dari koloni yang sama atau tidak. Semut pekerja menyentuh tubuh semut satunya untuk mengenali, jika semut lain itu memasuki sarangnya. Ia dapat langsung membedakan semut yang sekoloni de-ngannya atau tidak, berkat bau koloni khusus pada tubuh. Jika semut yang memasuki sarang adalah semut asing, gerombolan semut akan menyerang tamu tak diundang ini secara kejam. Penghuni sarang meng-gigiti tubuh semut asing ini dengan rahang mereka yang kuat dan mem-buatnya tak berdaya dengan asam format, sitronelal, dan zat beracun lain yang mereka sekresikan.

Jika tamunya berasal dari spesies yang sama tetapi dari koloni lain, mereka juga dapat memahaminya. Dalam hal ini, semut tamu diterima di dalam sarang. Akan tetapi, semut tamu ini diberi makanan lebih sedikit sampai ia memperoleh bau koloni tersebut.12

Bagaimana Bau Koloni Diperoleh?

Sumber bau yang memastikan untuk bisa dikenali oleh semut se-koloni tidak dapat sepenuhnya dijelaskan. Namun, sejauh yang telah ditemukan, semut menggunakan hidrokarbon untuk membedakan bau di antara mereka.

Percobaan yang dilakukan menunjukkan bahwa semut yang se-spesies tapi tidak sekoloni dapat saling mengenali melalui perbedaan hidrokarbon. Percobaan yang menarik dilaksanakan untuk memahami hal ini. Pertama, pekerja-pekerja sekoloni disirami cairan yang membawa bau semut yang sespesies dengan mereka, tetapi tidak sekoloni. Diamati bahwa sementara semut lain yang sekoloni menampilkan perilaku agresif kepada semut yang disiram cairan tersebut, koloni lain yang baunya digunakan untuk percobaan ini tidak bereaksi melawan pekerja-pekerja ini.13

Apakah Bau Koloni Mengalami Evolusi?

Hal penting mengenai bau koloni untuk direnungkan dengan hati-hati adalah masalah evolusi. Bagaimana mekanisme evolusi menjelaskan kenyataan bahwa semut, atau anggota koloni serangga lain (lebah, rayap, dan lain-lain) dapat mengenali temannya melalui feromon eksklusif?

Orang yang mencoba membela teori evolusi, meskipun ada berbagai ketidakrasionalan, mengklaim bahwa feromon adalah hasil seleksi alam (pelestarian perubahan menguntungkan dan penghilangan perubahan yang berbahaya yang terjadi pada makhluk hidup). Namun, ini tak mungkin terjadi dalam spesies serangga mana pun, termasuk semut. Contoh yang paling mencolok untuk hal ini adalah lebah madu. Saat menyengat musuh, lebah madu menghasilkan feromon yang memberi tahu lebah lainnya akan adanya bahaya. Namun, setelah itu ia langsung mati. Dalam hal ini, ini berarti bahwa feromon ini diproduksi hanya sekali. Karenanya "perubahan menguntungkan" seperti ini tak mungkin diteruskan ke generasi berikut dan dilestarikan oleh seleksi alam. Penjelasan ini menunjukkan bahwa komunikasi kimiawi di antara spesies serangga yang memiliki sistem kasta ini tak mungkin berevolusi dengan metode seleksi alam. Ciri-ciri serangga ini, yang sama sekali menggugur-kan teori seleksi alam, menunjukkan sekali lagi bahwa Dia yang menetapkan jaringan komunikasi di antara mereka adalah Dia "yang menciptakan mereka pertama kali."

Ajakan Semut

Semut memiliki tingkat pengorbanan diri yang sangat tinggi dan, karenanya, mereka selalu mengundang teman mereka ke setiap sumber makanan yang ditemukan dan berbagi makanan.

Dalam situasi seperti ini, semut yang menemukan makanan meng-arahkan semut lain ke situ. Untuk hal ini metode berikut digunakan: Semut penjelajah pertama yang menemukan sumber makanan mengisi temboloknya dan pulang. Selagi pulang, ia menyeret perutnya di tanah tiap berapa jenak dan meninggalkan isyarat kimiawi. Namun, ajakan ini tidak berakhir di sini. Ia mengitari bukit semut beberapa kali sejenak. Ia melakukannya sekitar tiga hingga enam belas kali. Gerakan ini me-mastikan adanya hubungan dengan teman-teman sesarang. Ketika si penjelajah ingin kembali ke sumber makanan, semua teman yang telah ditemuinya ingin mengikutinya. Namun, hanya teman yang berada dalam kontak antena terdekat dapat menemaninya keluar. Saat mencapai makanan, semut pencari langsung kembali ke bukit dan mengambil peran sebagai tuan rumah. Semut pencari dan teman-teman pekerja lainnya saling terhubung melalui isyarat indra terus-menerus dan melalui hormon feromon pada permukaan tubuh mereka.

Semut dapat mencapai sasaran dengan mengikuti jejak ke makanan, meskipun tak ada lagi semut yang mengajak. Berkat adanya jejak yang dibuat penjelajah dari makanan ke sarang, saat penjelajah tiba di sarang dan melakukan "tarian batu", teman-teman sarangnya mencapai sumber makanan tanpa bantuan dari si pengajak.

Sisi lain yang menarik dari semut adalah banyaknya produksi se-nyawa kimia yang digunakan dalam proses ajakan, masing-masing dengan fungsi berbeda. Tidak diketahui mengapa begitu banyak zat ki-mia yang digunakan agar mereka bisa berkumpul di sekeliling sumber makanan. Tetapi, sejauh yang teramati, keanekaragaman zat kimia tersebut memastikan setiap jejak itu berbeda-beda. Selain itu, semut me-nyampaikan isyarat berbeda-beda saat mengirim pesan, dan intensitas setiap isyarat pun berbeda-beda. Mereka meningkatkan intensitas isyarat ketika koloni lapar atau ketika diperlukan daerah sarang yang baru.

Solidaritas dalam masyarakat semut pada tingkat setinggi ini dapat dipandang sebagai perilaku yang patut direnungkan dan diteladani manusia. Jika dibandingkan dengan manusia yang tak ragu melanggar hak orang lain demi kepentingan sendiri - satu-satunya hal yang mereka pikirkan - semut yang sangat mengorbankan diri itu jauh lebih etis.

Tidak mungkin menjelaskan perilaku semut yang sama sekali tidak egois ini dalam kerangka teori evolusi. Evolusi mengasumsikan satu-satunya aturan di alam adalah pertarungan demi kelangsungan hidup dan konflik yang menyertainya. Namun, ciri-ciri perilaku yang di-tampilkan semut dan banyak hewan lain menyanggah hal ini dan menunjukkan realitas pengorbanan.

Sebenarnya, teori evolusi tidak lebih dari usaha mereka yang ingin mengesahkan keegoisan mereka sendiri dan menimpakan keegoisan ini ke seluruh alam.

Fungsi Sentuhan dalam Komunikasi Kimiawi

Komunikasi semut dengan bersentuhan antena dalam memelihara organisasi intrakoloni membuktikan penggunaan "bahasa antena" da-lam arti sepenuhnya.

Isyarat antena semut yang dilakukan dengan bersentuhan ini di-gunakan untuk berbagai tujuan, misalnya dimulainya makan, ajakan, dan pertemuan sosial agar teman-teman sesarang saling mengenal. Con-tohnya, dalam sejenis spesies semut pekerja yang hidup di Afrika, para pekerja pertama-tama bersentuhan antena ketika bertemu. Di sini "ber-jabatan antena" berarti sapaan dan ajakan masuk sarang.

Gerakan ajakan ini sangat jelas dalam beberapa spesies semut (Hypo ponera). Saat dua ekor pekerja bertemu berhadapan, semut pengajak me-miringkan kepalanya ke samping 90 derajat dan menyentuh bagian atas dan bawah kepala temannya dengan antena. Semut yang diajak menang-gapi dengan cara yang sama.14 Saat semut menyentuh tubuh teman sarangnya, tujuannya bukanlah memberi informasi, melainkan mem-peroleh informasi dengan mendeteksi zat kimia yang disekresi. Seekor semut mengetuk ringan tubuh teman sarangnya dan menyentuh kuat dengan antena. Kalau ia mendekati teman sa-rangnya, tujuannya adalah membawa isya-rat kimiawi sedekat mungkin. Alhasil, ia akan mampu mende-teksi dan mengikuti jalur bau yang baru di-tinggalkan temannya dan mencapai sumber makanan.

Contoh paling mencolok yang dapat diajukan untuk komunikasi dengan sentuhan ini adalah semut yang mem-beri makan semut lain dengan makanan yang disimpan dalam tembolok-nya, dengan cara mengeluarkan makanan itu dari mulutnya dengan sen-tuhan pendek. Dalam percobaan menarik yang dilakukan pada topik ini, berbagai bagian tubuh semut pekerja dari spesies Myrmica dan Formica distimulasi dengan bulu manusia dan berhasil dibuat mengeluarkan makanan cair dari mulut. Semut yang paling peka adalah semut yang baru makan dan sedang mencari teman sarangnya untuk berbagi apa yang baru dimakannya. Para peneliti mencatat bahwa beberapa serangga dan parasit menyadari ada-nya taktik semacam ini dan mereka mendapat makanan dengan mempraktikkan metode ini. Yang harus dilakukan serangga un-tuk menarik perhatian semut hanyalah menyentuh tubuh semut sedikit dengan antena dan kaki depannya. Lalu semut yang disentuh akan mem-berikan makanannya, meskipun makhluk yang bersentuhan dengannya adalah makhluk jenis lain.15

Kemampuan semut untuk memahami keinginan semut lain melalui sentuhan antena pendek ini menunjukkan bahwa semut mampu, kata-kanlah, "berbicara" di antara mereka. Bagaimana "bahasa antena" antar semut ini dipelajari oleh semua semut adalah topik lain yang layak dipikirkan. Apakah mereka mengikuti pelatihan tentang ini? Membica-rakannya berarti kita juga harus membicarakan adanya Yang Mahakuasa yang memberikan pelatihan. Karena semut tak mungkin melakukannya, Yang Mahakuasa ini adalah Allah, yang melalui ilham mengajari bahasa untuk berkomunikasi kepada semua semut.

Semut membangun komunikasi dengan sentuhan

Perilaku berbagi makanan yang dipraktikkan di antara semut adalah jenis pengorbanan yang tidak dapat dijelaskan dengan teori evolusi. Se-bagian evolusionis yang memandang pepatah "ikan besar memakan ikan kecil" sebagai kunci kehidupan di bumi, mau tidak mau harus menarik kembali perkataannya saat dihadapkan pada pengorbanan yang ditam-pilkan semut. Dalam koloni semut, "semut besar" tidak berkembang dengan memakan "semut kecil". Ia malah memberi makan "semut kecil" dan membuatnya tumbuh. Semua semut siap menerima makanannya, yakni "ransum"yang diberikan kepadanya dan pasti memberikan kele-bihannya kepada anggota koloni lain.

Alhasil, semua contoh ini menunjukkan bahwa semut adalah masya-rakat makhluk hidup yang tunduk pada kehendak sang Pencipta dan bertindak menurut ilham-Nya. Oleh karena itu, tidaklah benar jika kita memandang mereka sebagai organisme yang sama sekali tidak sadar, karena mereka memiliki kesadaran yang mencerminkan kehendak Pencipta mereka. Sesungguhnya dalam Al Quran, Allah mengajak mem-perhatikan fakta yang menarik ini dan memberi tahu kita bahwa semua makhluk hidup sebenarnya membentuk masyarakat sendiri, yakni mereka hidup menurut takdir Ilahi dan sesuai dengan ilham.

"Dan tiadalah bintang-bintang yang ada di bumi dan burung-bu-rung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat-umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatu pun di dalam Al-Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan." (QS. Al An'aam: 38) !

Komunikasi dengan Bunyi

Komunikasi dengan bunyi adalah metode lain yang sering diguna-kan semut. Dua jenis produksi bunyi telah ditemukan. Salah satunya adalah bunyi "ketukan" dan getaran yang diproduksi dengan memukul-kan tubuh pada rintangan atau tanah, dan satu lagi adalah nada tinggi yang diproduksi dengan menggosokkan bagian tubuh tertentu.16

Isyarat bunyi yang diproduksi dengan memukulkan tubuh biasanya digunakan oleh koloni yang bersarang di pohon. Contohnya, semut tukang kayu berkomunikasi dengan "bermain gendang". Mereka mulai "bermain gendang" saat menghadapi bahaya apa saja yang mendekati sarang mere-ka. Bahaya ini bisa berupa bunyi yang mencemaskan atau sentuhan yang mereka rasakan atau arus udara yang mendadak timbul. Semut pemukul gendang mengetuk tanah dengan dagu dan perutnya dengan cara meng-goyangkan tubuhnya maju-mundur. Dengan cara ini, isyarat mudah ter-kirim melalui kulit pohon tipis sejauh beberapa desimeter.17 Semut tukang kayu Eropa mengirim getaran ke teman sarangnya yang berada pada jarak 20 cm atau lebih dengan cara mengetukkan dagu dan perut pada kayu ruangan dan terowongan. Di sini harus diperhitungkan bahwa 20 cm bagi semut setara dengan 60-70 meter bagi manusia.

Semut hampir tuli terhadap getaran yang disampaikan melalui uda-ra. Namun, mereka sangat peka pada getaran suara yang dihantarkan melalui zat padat. Ini adalah isyarat tanda bahaya yang paling efisien bagi mereka. Ketika mendengarnya, mereka mempercepat langkah, ber-gerak menuju asal getaran, dan menyerang semua makhluk hidup yang bergerak yang mereka lihat di situ.

Panggilan ini selalu dipatuhi anggota koloni mana pun. Inilah petun-juk betapa suksesnya organisasi dalam masyarakat semut. Bahkan seke-lompok kecil manusia yang menanggapi panggilan tanda bahaya secara kolektif - tanpa kecuali, dan tanpa anarki - adalah hal yang sangat sulit dalam praktik. Akan tetapi, semut mampu melakukan apa yang diperin-tahkan tanpa membuang waktu, sehingga mereka dapat meneruskan kehidupannya tanpa mengganggu disiplin dalam koloni sesaat pun juga.

Produksi suara bernada tinggi sistemnya lebih rumit daripada proses bermain gendang. Bunyi dihasilkan dengan menggosokkan beberapa ba-gian tubuh. Semut menghasilkan bunyi ini dengan menggosokkan organ tubuh di bagian belakang. Jika kita mendekatkan telinga ke semut pekerja pemanen, kita dapat mendengar mereka menghasilkan suara bernada tinggi.

Tiga fungsi utama komunikasi suara telah ditemukan dalam spesies yang berbeda. Ketiganya dapat diuraikan sebagai berikut:

1. Komunikasi suara pada semut pemotong daun berfungsi sebagai sistem peringatan bawah tanah. Ini biasanya digunakan kalau sebagian koloni terkubur di bawah longsoran sarang. Pekerja mulai bergerak menggali untuk menyelamatkan teman-temannya, sebagai tanggapan atas isyarat bunyi yang diterima.

2. Suara bernada tinggi digunakan dalam beberapa spesies ketika me-lakukan perkawinan dengan ratu. Saat ratu-ratu yang muda dikumpulkan di tanah dan atau di tumbuhan untuk melakukan perkawinan, dan telah mendapatkan cukup sperma, mereka menghasilkan bunyi bernada tinggi untuk mencegah kawanan semut jantan menangkap mereka.

3. Dalam spesies lain, bunyi digunakan untuk meningkatkan efisien-si feromon yang diproduksi selama anggota-anggota sarang bertemu untuk menemukan makanan atau sarang baru.18

Terkadang dalam spesies tertentu, pencari makanan memungkinkan semut lain mengelilingi mangsa, dengan isyarat yang mereka hasilkan ketika mereka menemukan mangsa. Para pekerja berkumpul dan men-capai mangsa dalam 1-2 menit berkat bunyi bernada tinggi ini. Hal-hal ini merupakan keuntungan besar bagi spesies semut.

Untuk Mata yang Melihat …

Dengan berbagai metode komunikasi mereka, semut dapat diban-dingkan dengan manusia yang dapat berbicara beberapa bahasa asing. Mereka mampu berkomunikasi dalam 3-4 bahasa di antara mereka sen-diri dan mereka dapat menjalani hidup dengan cara yang bebas masalah. Mereka bisa melestarikan koloni yang berpopulasi ratusan ribu atau ter-kadang jutaan, dan bertahan sepanjang hidup mereka tanpa menimbul-kan kekacauan.

Namun, sistem komunikasi yang telah kami uraikan sejauh ini baru-lah salah satu mukjizat dunia hewan. Ketika kita menganalisis manusia maupun semua makhluk hidup lain (dari makhluk bersel tunggal hingga makhluk multisel), kita dapat menemukan ciri-ciri yang berlainan, masing-masing merupakan mukjizat yang unik dan terpisah, dengan tempatnya sendiri-sendiri dalam tatanan ekologis.

Bagi mata yang dapat melihat, semua mukjizat yang diciptakan di sekelilingnya, dan bagi hati yang dapat merasa, cukuplah ia melihat sistem komunikasi luar biasa dari semut yang berukuran begitu kecil, maka ia akan menghargai kekuatan, pengetahuan, dan hikmah tak terba-tas milik Allah, yang merupakan Pemilik tunggal dan Penguasa segala makhluk hidup. Dalam Al Quran, Allah menyebut orang-orang yang tidak memiliki kemampuan ini dan yang tidak menghargai kekuasaan-Nya sebagai berikut:

"Maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada." (QS. Al-Hajj, 22: 46) !

financials

The Most Powerful Tool for Driving Your Business Coaching Plan
Gold Coast, Qld, Australia (PressExposure) April 26, 2007 -- What is the MPR?

The Management Performance Review (MPR) takes the guesswork out planning your business coaching assignment. This is not a tool that simply looks at financials; in fact it is all about the client’s own assessment of the business’ performance and their perceptions of the other management team members performance.

An overhead to all new client assignments for coaches has been in gathering information for developing the coaching plan around identified issues. Many coaches gather business financials and conduct ‘fact finding’ exercise talking with the client and their staff before being able to consider how to plan the client assignment.

The MPR tool has been developed with over 50 years consulting experience and delivers the most powerful and efficient results enabling the coach to clearly identify the strategies and initiatives that need to be addressed with their client.

With this tool, the coach identifies where the business performance is below expectations, where the management team are misaligned and where there are possible issues around team performance.

The client has all the knowledge and what better way than to have them provide the information needed. This information is then analysed and presented to the coach in a form that enables to them very quickly pick up areas within the business that need to be addressed and drive the business forward.

It has been designed to deal with the issues facing small business; issues which have been identified, categorised and assembled into 12 specific areas of business performance…

The 12 Pillars of Business Excellence are:

1. Goals and Objectives

2. Financial Strength

3. Strategy

4. Financial Management

5. Marketing

6. Management Effectiveness

7. Sales

8. Innovation

9. Operations

10. Culture

11. Productivity

12. Executive Development

This is a tool that works within the coaching model and tools already used by the coach. The strength of MPR is that it delivers to the coach and the client a very clear picture of where the business issues lie. From this information the coach is able to develop a coaching plan around those issues.

The process is driven by an online questionnaire. The reports produced enable visual presentation of the ‘hot spots’ drawn from the results and needing attention. The process is intuitive and simple enough for the client to understand.
About Superb Coaching

Greg Tomkins is a leading Business Architect and Coach and Managing Director of Superb Coaching where he specialises in working with family and medium business owners in transition planning developing strategies for business exit and succession planning. Drawing on over 30 years management and senior consulting roles he has developed a unique approach to assisting business owners in best preparing themselves for delivering performance improvement in business through more effective management principals. Greg is an advisor member with Family Business Australia.

Superb Coaching is a coaching practice that primarily services small to medium business (SMB) owners. Superb Coaching focuses on preparing SMB owners for “finding their way through the business jungle”. Working with our clients we develop strategies and assist them in implementation of the plans to deliver business success. A key area of focus is working with clients in developing Business Exit Plans.

Press Release Source: http://PressExposure.com/PR/Superb_Coaching.html

Emotion

Emosi adalah rahasia Tuhan pada semesta psikologi manusia yang menambah suasana hidup kita lebih "berperasaan". Ia lekat dengan hal-hal yang sangat "sensitif": kadangkala menciptakan rasa gugup ketika harus berbicara di depan umum, rasa takut saat menghadapi tantangan baru, rasa marah kala merasa diperlakukan tidak adil, rasa cemburu, cemas, sakit hati, rindu, menginginkan sesuatu, bosan, malu, malas, khawatir, antusias, tenang, penuh harapan, bertenaga, terilhami, berani, bangga, bahagia, dan bahkan cinta?

Lantaran emosi bekerja dalam "ranah jiwa/psikologi", sangatlah wajar bila ia mampu menguras tenaga. Energi Anda bisa habis hanya untuk mengumbar rasa dendam Anda, misalnya, jika Anda gagal memahaminya secara positif, apalagi memahami emosi orang lain. Tapi gelegar emosi tidak selalu negatif, bahkan teramat sering bermakna positif. Kita hanya akan bisa meraih manfaat dari limpahan energi emosi jika kita belajar meningkatkannya, mengembangkannya secara kreatif dan dinamis, dengan cara mengambil "kabar baik" dari satu peristiwa ke peristiwa lain yang mempengaruhi kemampuan kita dalam mengelola energi emosi kita.

Di sinilah letak urgensi buku Manajemen Emosi ini: menuntun Anda dalam memaknai emosi sebagai "sesuatu" yang bisa memperkaya hidup layaknya warna-warni alam yang memperkaya pemandangan, sahdu musik yang memperkaya pendengaran, geliat parfum yang memperkaya aroma, dan godaan coklat yang memperkaya rasa.
Wakatobi Unggulkan
Pesona Alam Bawah Laut

WAKATOBI - Salah satu pulau wisata di Wakatobi yang sering dikunjungi wisman asal Eropa dan Amerika untuk menyaksikan keindahan bawah laut Wakatobi. (SK/Ami Herman)

Jumat, 2 Januari 2009
Kalau Kota Bukittinggi (Sumatera Barat) bisa populer karena panorama alamnya yang indah dan berudara sejuk, Bali dikenal karena beragamnya keunikan adat istiadat dan seni budayanya, maka Wakatobi (di Sulawesi Tenggara) juga tak mau kalah.

"Kami ingin dikenal sebagai daerah wisata alam bawah laut. Jujur kami katakan, daerah kami jauh lebih menarik dibanding Karibia. Daerah kami bahkan sering disebut-sebut banyak wisatawan mancanegara sebagai daerah wisata alam bawah laut paling menarik di dunia," ujar Bupati Wakatobi Ir Hugua dalam presentasinya mengenai objek wisata Wakatobi, di ruang rapat Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata Depbudpar, Jakarta, Selasa lalu.

Ikut mendengarkan penuturan Bupati Wakatobi itu selain Dirjen Pengembangan Destinasi Pariwisata Depbudpar Firmansyah Rahim dan Dirjen Pemasaran Pariwisata Sapta Nirwandar, juga Sekjen Depbudpar Wardiyatmo dan sejumlah wartawan.

Menurut Hugua, perkembangan Wakatobi sebagai daerah wisata alam bawah laut saat ini makin menggembirakan. Dukungan masyarakat untuk menjaga potensi kelautan juga terus membaik. Buktinya ialah makin berkurangnya masyarakat menggunakan bom laut untuk mengambil ikan. Masyarakat menyadari bom laut tidak hanya merusak biota laut yang selama ini menjadi rahasia daya tarik alam bawah laut Wakatobi, tetapi juga berpotensi mematikan nelayan pengguna bom itu.

"Dukungan masyarakat Kepulauan Wakatobi saat ini juga diperlihatkan dengan makin bermunculannya home industry yang tidak saja menjual makanan dan minuman segar, tetapi juga menyediakan cendera mata serta penginapan-penginapan dengan harga murah," ujar Bupati lagi.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Wakatobi sendiri di samping terus meningkatkan anggaran promosi kepariwisataan Wakatobi, juga secara terpadu menggerakkan semua potensi pembiayaan agar Wakatobi pada saatnya nanti bisa menjadi ikon kepariwisataan bahari Indonesia. "Bahkan, dalam waktu dekat ini, kami akan memiliki dua bandar udara yang bisa dimanfaatkan wisatawan mancanegara datang ke Wakatobi," kata Hugua.

Bandar udara yang pertama dibangun investor asal Swiss beberapa tahun lalu. Kemudian bandar udara yang akan diresmikan penggunaannya dalam waktu dekat dibangun Pemkab Wakatobi, terletak di Kepulauan Wanci.

Dengan adanya dua bandara itu, dipastikan Wakatobi akan makin sering dikunjungi wisman dan wisnus dari berbagai tempat. Para wisatawan berdatangan ke daerah ini utamanya ingin menyaksikan daya tarik alam bawah laut yang ada di pulau-pulau di kawasan wisata bahari Wakatobi.

Pesona alam bawah laut Wakatobi disebut-sebut banyak wisman asal Eropa dan Amerika Serikat paling menarik di dunia antara lain karena bentuk karang laut dan spesies ikan hias yang dimilikinya jauh lebih beragam dan unik. Agar keindahan bawah laut Wakatobi itu senantiasa diberitakan berbagai wartawan Indonesia dan mancanegara, setiap tahun Wakatobi menggelar lomba foto bawah laut tingkat dunia dengan hadiah ribuan dolar Amerika Serikat (AS).

Untuk lomba foto tingkat internasional tahun 2008, yang diikuti 65 peserta dari 9 negara, menurut ketua dewan juri Michael AW dari Singapura dan Makarios Soekojo dari Indonesia, pemenangnya mencapai 13 orang. Pemenang utamanya untuk kategori Best of Show adalah Hermawan Wong, yang meraih hadiah 4 ribu dolar AS. Pemenang kedua, Michael Sukri, meraih 3.000 dolar AS dan pemenang ketiga, Sofi Sugiarto, meraih hadiah 2.000 dolar AS. (Ami Herman)
**

రోమాంటిక kehidupan

Ketika Kita Harus
Siap Menghadapi Persaingan

Sabtu, 18 Oktober 2008
Ternyata kehidupan kita sehari-hari selalu diwarnai dengan persaingan. Tetapi, seberat apapun persaingan itu, kita tetap dituntut berhasil melawan persaingan tersebut. Kita dituntut berhasil memberi pencerahan terhadap orang-orang yang selalu mudah takluk dalam persaingan.

Karena itu, dalam menggapai sebuah impian, misal persaingan dalam bisnis, persaingan dalam dunia kerja, persaingan dalam pelajaran, dan lain-lain, dalam menghadapinya kita harus selalu siap bersaing. Kita harus siap pula memenangkan persaingan itu.

Disisi lain kita pun dituntut harus siap menerima kekalahan. Jika memang kita pasti akan sangat senang. Kita pasti akan mengukur keberhasilan tersebut sebagai sebuah prestasi besar. Kita akan selalu dibuat tersenyum bila mengenang keberhasilan itu.

Sebaliknya, jika kita gagal meraih kemenangan, mungkin saja kita akan sedih. Bahkan, mungkin juga kita akan melakukan hal-hal yang kurang menguntungkan bagi diri kita sendiri.

Padahal sebenarnya, jika kita melihat orang lain berhasil, tak perlu sungkan untuk mengakui keberhasilannya. Sepantasnya kita malah bersikap profesional dengan cara menghargai dan hormati apa yang telah mereka capai.

Kemudian kita mencoba menyadari dari dalam diri sendiri, bahwa keberhasilan mereka bisa teraih berkat kerja keras dalam menghadapi persaingan. Kita harus memberikan ucapan selamat atas sukses itu. Kita pun harus ikhlas menerima dengan hati terbuka bahwa keberhasilan mereka adalah keberhasilan mereka atas hasil jerih payah upaya mereka.

Terkadang dalam diri kita ada perasaan yang kurang nyaman dengan keberhasilan lawan atau pesaing kita, atau keberhasilan dari orang lain. Terkadang muncul sifat iri hati, kecewa, dengki, biasanya mudah mengiringi hati kita.

Kita terkadang merasa lebih berhak mendapatkan keberhasilan itu, walau sebenarnya dalam hati kecil kita mengakui bahwa mereka memang berhak atas apa yang mereka terima sekarang ini.

Meskipun kita tak berhasil meraihnya, namun temukan keberhasilan yang lebih besar dalam diri kita, yaitu kebesaran jiwa untuk mengucapkan selamat atas keberhasilannya.

Ironisnya kita seringkali terjebak untuk melakukan tindakan yang tak semestinya, yang pada akhirnya akan merugikan diri sendiri ketimbang belajar dari keberhasilan mereka.

Yang patut kita lakukan adalah memahami dengan jiwa kita memang mereka berhak untuk berhasil, dan sebenarnya adalah suatu kesempatan bagi kita untuk belajar dari keberhasilan mereka, siapa tahu ketika giliran kita berhasil, maka keberhasilan yang akan kita capai, adalah suatu keberhasilan yang lebih besar.

Keberhasilan dan kegagalan tetapi kegagalan adalah sebuah feedback kesalahan dari tahap atau proses yang kita lakukan, oleh karena itu kita harus berusaha memperbaikinya, sedangkan keberhasilan adalah buah dari hasil usaha.

Maka cobalah kita menyikapi dengan bahagia keberhasilan atau kegagalan yang kita dan pesaing kita terima, ketika pesaing kita berhasil maka kita akan juga jadi pemenang ketika kita berbesar hati dan mengucapkan selamat atas keberhasilan yang berhasil di raihnya, Anda akan terlihat seperti orang yang kalah, ketika anda mendendam, membenci dari keberhasilan yang orang lain capai.

Karena itu pahamilah bahwa Anda tidak bisa belajar bagaimana merealisasikan kesuksesan dari kegagalan, sebab hampir tidak ditemukan kesuksesan tanpa kegagalan.

Selain itu, Anda pun harus memahami bahwa tidak ada resep misterius untuk merealisasikan kesuksesan, sebab kesuksesan adalah hasil dari persiapan matang, kerja keras, dan kesediaan belajar kepada kesalahan. ***

succes

Sukses adalah Sebuah Pilihan!!

Sukses adalah dambaan setiap orang. Tidak ada satu orangpun yang menginginkan kegagalan dalah hidupnya. Untuk mencapai prestasi kesuksesan dalam hidup Anda maka terlebih dahulu Anda harus mempunyai tujuan hidup (goal setting). Tidak adanya tujuan hidup dalam diri Anda akan menyebabkan diri Anda pasif menerima apa saja yang disodorkan oleh kehidupan kepada Anda dan biasanya hidup Anda akan menjadi sangat membosankan/tidak menggairahkan.

Kebanyakan orang yang hidup tanpa tujuan akan terfokus berjalan ditempat dan menghabiskan waktunya secara membosankan tanpa pencapaian prestasi yang berarti. Mereka hanya menjadi "penonton" dari suatu kehidupan. Mereka hanya bisa melihat kesuksesan orang lain tapi sama sekali tidak pernah membayangkan untuk dirinya sendiri. Inilah yang disebut hidup tanpa tujuan/misi!, Anda harus mempunyai misi hidup di dunia ini agar hidup Anda berarti dan menggairahkan!!

Untuk mencapai sukses tentu saja tidak mudah, karena Anda juga harus menyikapi kegagalan dengan baik jika memang Anda menghadapi kegagalan. Untuk mencapai sukses kerap kali kita harus melewati kesalahan/kegagalan dalam hidup. Banyak orang ingin sukses tapi sedikit sekali yang berani untuk menghadapi kegagalan. Kalau Anda ingin sukses, Anda tidak boleh takut gagal!

Simak "Prestasi Kegagalan" seseorang dan bandingkan dengan diri Anda:
- Gagal dalam bisnis/bangkrut, 1831
- Dikalahkan dalam pemilihan legislatif, 1832
- Bisnis kembali bangkrut, 1834
- Tunangan meninggal dunia, 1835
- Nervous breakdown, 1836
- Dikalahkan dalam pemilihan legislatif, 1838
- Dikalahkan dalam pemilihan untuk U.S Congress, 1843
- Dikalahkan dalam pemilihan untuk U.S Congress, 1848
- Dikalahkan dalam pemilihan U.S Senat, 1855
- Dikalahkan dalam pemilihan untuk U.S Vice President, 1856
- Dikalahkan dalam pemilihan U.S Senat, 1858
- 1860, Abraham Lincoln, berhasil Menjadi Presiden USA!!, You cannot fail... Unless you Quit!!

Anda bayangkan selama lebih dari 25 tahun Abraham Lincoln adalah seorang "juara gagal". Jadi sebenarnya kegagalan itu tidak ada selama Anda terus berjuang, bertahan, belajar dari kesalahan dan mencari cara yang lebih baik mencapai kemenangan. Lain halnya jika Anda berhenti mencoba maka pada saat itulah Anda pantas disebut sebagai orang yang gagal alias pecundang!. Ingatlah bahwa "Winners never quit, Quitters never win !!"

Dalil untuk mencapai kesuksesan adalah :

1. Anda HARUS berani menjadi sedikit "GILA" (dalam hal yang positif).

Abraham lincoln yang gagal puluhan tahun, Thomas Alfa Edison yang gagal ribuan kali dalam uji coba lampu pijar, colombus yang mengatakan dunia ini bulat ketika orang lain mengatakan dunia ini datar, wright bersaudara yang ingin agar manusia bisa terbang, JF Kennedy yang ingin manusia bisa ke bulan dll adalah contoh-contoh manusia yang agak "gila" dan karena keuletannya yang luar biasa hebat inilah hidup mereka bermanfaat bagi banyak orang. Jadi terkadang Anda harus berani melakukan hal-hal yang berbeda dimana orang biasa tidak mau atau tidak berani melakukannya.

Seperti yang dikatakan oleh President Calvin Coolidge "nothing in the world can take the place of persistence, talent will not; nothing is more common than unsuccessful men with talent. Education will not; the world is full of educated derelects. Persistence and determinatiion alone are omnipotent"

Tidak ada yang bisa menggantikan arti penting kegigihan dan keuletan. Bakat pun tidak sebab ada sekian banyak orang gagal meski mereka berbakat . Pendidikan juga tidak bisa menggantikannya, sebab banyak orang berpendidikan tinggi tidak bisa mencapai apa-apa kecuali ijazahnya geripis dimakan jamur dan waktu.Kegigihan, keuletan dan tekat yang membara untuk mencapai tujuan hidup Anda
inilah yang akan mendobrak rintangan yang Anda hadapi. jadi jika kekalahan demi kekalahan berusaha menjegal dan menjatuhkan Anda dan kesuksesan nampaknya makin mustahil maka ingatlah pernyataan diatas, bahwa "tidak ada yang bisa menggantikan kegigihan dan keuletan Anda!"


2. Kendalikan Pikiran Anda
Pikiran adalah kekuatan luar biasa yang harus Anda bisa kendalikan. Galileo bahkan pernah mengatakan "hati-hati dengan pikiran Anda". Apa yang harus kita kendalikan? pikiran negatif adalah hal yang harus bisa Anda kendalikan. Pikiran negatif memang tidak bisa kita tolak masuk ke pikiran kita, namun Anda harus melawannya dengan lebih banyak memasukan pikiran yang positif.

Anda adalah apa yang Anda pikirkan!! jika Anda pikir akan gagal, maka sebenarnya adalah Anda sudah gagal. Untuk itu sukses selalu dimulai dari pikiran Anda!. Anda harus memiliki sikap "can do attitude" yakni "aku bisa melakukan hal itu". Banyak orang yang belum apa-apa sudah mengatakan "aku tidak bisa". Memang nantinya Anda akan diuji oleh kekalahan/kegagalan tapi Anda jangan berhenti, tetap jaga pikiran Anda secara positif bahwa setelah malam yang paling gelap, fajar akan segera menyingsing, disana telah menunggu istana emas, Anda cukup hanya melewati kegagalan-kegagalan saja. Ketika tiap kali hati kecil kita gundah karena belum melihat suatu hal menjadi lebih baik maka Anda harus melakukan oto sugesti kepada pikiran Anda "I refuse to give up, i shall continue firmly, steadily, and persistently until my good appears!"

Ingatkan diri Anda secara terus menerus bahwa sukses bukan hanya milik orang yang brilian, berbakat, penuh keberuntungan dll tapi sukses luar biasa adalah milik orang yang persisten (pantang menyerah), yang terus berusaha mencari cara lebih baik dalam menemukan formula kemenangan meski berton-ton rintangan menghalangi Anda. Untuk menemukan emas, Anda harus menggali berton-ton tanah lumpur. Jangan pikirkan tanah lumpurnya tapi fokuslah pada emasnya!!

"Penemuan terbesar dalam generasi saya adalah bahwa kita dapat merubah hidup kita dengan merubah pola pikir kita" (William James)


3. Selesaikan apa yang telah Anda mulai.
Ya! Anda harus menyelesaikan apa yang telah Anda mulai rencanakan sebelumnya, jangan berhenti sebelum Anda menyelesaikannya. Fokuslah sampai tujuan Anda tercapai. Sukses dan gagal memiliki perbedaan yang tipis. Tidak ada orang yang gagal didunia ini, yang ada hanyalah orang cepat menyerah. Jika saja Thomas Alfa Edison berhenti pada percobaan yang ke 900 mungkin namanya tidak akan melegenda hingga saat ini.

Jangan repotkan pikiran Anda dengan kegagalan masa lalu apalagi sampai membuat Anda trauma. Ubah rasa tramatik Anda, ubah kegagalan Anda menjadi energi positif untuk memperbaiki diri. Ubah energi kekalahan menjadi kekuatan baru dimana Anda akan melakukan upaya yang lebih baik dan lebih hebat dari sebelumnya.

Jangan pernah menyesali diri ataupun iri hati karena Anda tidak terlahir dalam keluarga kaya, tidak dapat harta warisan berlimpah, tidak dapat suami/istri kaya, tidak dikaruniai bakat, keberuntungan dll. Untuk sukses Anda hanya perlu memiliki tujuan yang jelas, persistensi dan determinasi yang keras untuk mencapai tujuan tersebut. Hidup ini keras dan Anda juga harus keras agar hidup ini melunak kepada Anda.

Selamat berjuang mencapai kehidupan yang lebih baik !!

Communications & Telecom Markets

Broadband Solutions: e-Newsletter
clear gif

Texas Instruments
INSIGHTS
View the current issue Subscribe to the HTML version Subscribe to the text version
Keeping Pace with Communications & Telecom Markets – News and Views from TI
Worldwide broadband acceptance is accelerating. How do you stay in front as the technology changes?

We all know it can be time consuming and difficult to follow the shifts in communications and telecom technologies. Texas Instruments wants to make it easier for you to track developments in this fast-changing marketplace.

To help you stay in the lead, we offer a free, by-subscription e-newsletter devoted to communication and telecom trends, innovations and the full range of TI's broadband technologies. Who better to look to for this information than the company that delivers all of these building blocks?

TI's Insights e-newsletter contains excerpts, summaries and more:

* Technical articles
* Technology trends
* Product announcements
* White papers
* Helpful links

The e-newsletter is published every two months, either in text or html (your choice). We believe you'll find it to be a must-have tool that helps you stay in control of broadband technology changes.

Subscribe today! (HTML version) (Text version)

Comunication

Pentingnya Komunikasi Dalam Kehidupan Sehari-Hari - Pengertian Arti Definisi, Manfaat Dan Masalah
Wed, 26/09/2007 - 9:53pm — Rejals

Komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan (ide, gagasan) dari satu pihak kepada pihak lain agar terjadi saling mempengaruhi diantara keduanya. Pada umumnya, komunikasi dilakukan dengan menggunakan kata-kata yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Melalui komunikasi, sikap dan perasaan seseorang atau sekelompok orang dapat dipahami oleh pihak lain.

Selain itu dalam kehidupan sehari-hari, komunikasi yang baik sangat penting untuk berinteraksi antar personal maupun antar masyarakat agar terjadi keserasian dan mencegah konflik dalam lingkungan masyarakat.Dalam hubungan bilateral antar negara diperlukan juga komunikasi yang baik agar hubungan tersebut dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Contoh Manfaat komunikasi adalah dalam hubungan bilateral antar negara, seperti yang terjadi antara Indonesia dengan Malaysia. Dengan adanya komunikasi yang terjalin dengan baik maka timbul kerjasama dalam berbagai bidang yang mana berdampak positif bagi kedua negara tersebut.

Sebaliknya, Miss Communication (terjadinya kesalahan dalam salah satu proses komunikasi) akan menyebabkan tidak tercapainya tujuan atau misi yang hendak di capai. Seperti yang terjadi dalam hubungan Indonesia dengan Australia, dimana pihak Australia menganggap pernyataan Indonesia mengenai “Negara Bebas Teroris” di terjemahkan oleh Australia sebagai “Indonesia Gudang Teroris”. Hal ini menyebabkan dampak yang kurang baik dalam hubungan kedua negara tersebut.

Dari kedua contoh di atas dapat kita simpulkan bahwa komunikasi sangat penting dalam berbagai aspek kehidupan. Contoh lain dalam pendidikan seperti hubungan dosen dengan mahasiswa,dengan adanya komunikasi,maka kegiatan belajar- mengajar akan berlangsung dengan baik dan lancar.