News
Pemindai Fujitsu Andal dan Ramah Lingkungan
Artikel terkait
* IDC: Document Scanner Naik, LFP Stagnan
* Triole Jadi Andalan Fujitsu
* Fujitsu Tawarkan Beasiswa JAIMS-EWKLP
Beri Komentar
RSS Feed
Berbagi di Facebook
Berbagi di Twitter
(4.5)
Beri Rating :
Rabu, 27 januari 2010 | 11:42 WIB
Fujitsu baru saja memperkenalkan mesin pemindai A3 berwarna kelas enterprise terbarunya. Targetnya? Perusahaan yang butuh konsolidasi dan sentralisasi fungsi pemindaian di seluruh lingkup organisasi.
Berlabel fi-6800, mesin ini memiliki kinerja terbaik di kelasnya. Terlihat dari kemampuannya mendigitalisasi dokumen-dokumen A4 landscape dengan kecepatan 130 halaman per menit dalam mode simplex (satu sisi) atau hingga 260 gambar per menit pada mode duplex (dua sisi). Resolusi hasil pindaian berkisar antara 50 dan 600 dpi.
Selain itu, fi-6800 dipersenjatai dengan sejumlah fungsi baru untuk meningkatkan produktivitas kerja. Antara lain “Automatic Sorting” guna memudahkan pemisahan dokumen hasil pindaian, “Automatic Stacker” untuk mengatur dokumen asli, sementara “Automatic Image Quality Checker” akan memeriksa kecacatan dalam hasil pindaian. Untuk pengguna dengan kebutuhan yang lebih canggih, sistem enterprise content management (ECM) atau manajemen dokumen terintegrasi sudah didukung oleh mesin ini.
Ukuran dokumen yang bisa ditangani fi-6800 beragam mulai dari A8 hingga A3, dengan panjang sampai 3 meter. Mesin ini juga dilengkapi dengan “Paper Protection” dan “Multifeed Protection” untuk menghindari kertas macet di dalam mesin ketika proses pemindaian berlangsung.
Tak hanya andal, fi-6800 juga ramah lingkungan berkat beberapa feature "hijau" yang dimiliki. Ini tercermin dari sumber material ramah lingkungan, konsumsi daya yang hanya 4W dalam kondisi sleep mode, serta pemanasan cepat lewat penggunaan teknologi LED.
Walau kapabilitasnya ekstra, fi-6800 mudah dioperasikan melalui panel navigasi LCD. Dimensinya pun hanya 460 x 430 x 310 mm, paling kecil di kelasnya. Nilai tambah lain dari mesin ini adalah beroperasi nyaris tanpa suara, konstruksinya yang kokoh, dan mudah dibersihkan.
Tertarik menjajalnya? Fujitsu fi-6800 dijual dengan harga USD 20.000 dan telah tersedia di negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia. Untuk keterangan lebih lanjut, Anda bisa mengunjungi situs: http://sg.fujitsu.com/scanner.
(Erry FP)
© 2009 - InfoKomputer -- Developed by Kompas Cyber Media
Minggu, 31 Januari 2010
Minggu, 24 Januari 2010
Wida
Wireless Internet Dedicated Access ( WIDA )Wida
Apabila Anda membutuhkan layanan internet berkecepatan tinggi tanpa henti. Maka WIDA adalah salah satu pilihan terbaik bagi Anda, karena WIDA menyediakan layanan internet selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu tanpa pulsa telepon.
Apa itu WIDA?
Wireless Internet Dedicated Access (WIDA) adalah layanan yang menghubungkan jaringan PELANGGAN ke Internet melalui jaringan D~NET menggunakan media wireless dengan frekuensi 2.4 GHz sebagai last miles selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu.
Gambar koneksi WIDA D~NET to Client
Kenapa memilih D~NET WIDA?
• Bandwith 1:1
D~NET memberikan jaminan bahwa bandwidth yang akan diterima adalah sesuai dengan bandwidth yang telah disepakati, tanpa adanya pemakaian bersama dengan pelanggan lainnya. Jaminan ratio bandwith 1:1 ini berlaku mulai dari lokasi perangkat wireless pelanggan sampai ke lokal maupun internasional backbone D~NET.
• Customized Bandwith
Upgrade dan downgrade bisa dilakukan sewaktu-waktu. Upgrade bandwidth on demand apabila pelanggan membutuhkan upgrade untuk sementara waktu apabila ada event seperti video conference atau pelatihan internet yang membutuhkan tambahan bandwidth untuk sementara.
• Availability 99%
D~NET memberikan jaminan tingkat ketersediaan konektivitas internet sebesar 99% dalam 1 bulan.
• Jaminan waktu respon maksimal 3 jam*
Dengan sistem monitor yang terintegrasi, Network Monitoring Center D~NET akan selalu mensupport dan menginformasikan semua kondisi layanan WIDA Pelanggan. Dalam hal ini, D~NET memberikan jaminan pemberian solusi penanganan gangguan dari respon awal sampai visit ke tempat pelanggan (bila dibutuhkan) maksimum dalam 3 jam.
* Untuk coverage area Surabaya
• Perawatan Berkala
Untuk menjaga kualitas koneksi internet, D~NET memberikan perawatan berkala untuk perangkat di lokasi pelanggan.
• 24 Hours Technical Support Hotline
Layanan informasi teknis bagi pelanggan selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu.
Perangkat yang Anda butuhkan
- Customer Premise Equipment
- Tower
Paket Biaya Instalasi Biaya Registrasi Biaya Bulanan
D~NET WIDA 64 Kbps 2.500.000 2.400.000 Rp. 3.750.000,-
D~NET WIDA 128 Kbps Rp. 6.400.000,-
D~NET WIDA 256 Kbps Call D~NET Marketing
D~NET WIDA 512 Kbps Call D~NET Marketing
WIDA to IIX
Paket WIDA to IIX dikembangkan oleh D~NET untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang memerlukan koneksi nasional saja. Paket ini tepat bagi Anda yang hanya membutuhkan akses internet untuk content nasional, seperti : portal dalam negeri, situs berita, permainan game interaktif, dsb.
Paket Biaya Instalasi Biaya Registrasi Biaya Bulanan
D~NET WIDA IIX 128 Kbps 2.500.000 2.400.000 Rp. 3.500.000,-
D~NET WIDA IIX 256 Kbps Rp. 5.700.000,-
D~NET WIDA IIX 512 Kbps Call D~NET Marketing
Fasilitas yang Anda dapat
• Traffic Monitoring Page (MRTG)
• Secondary MX Setting
• 8 Public IP Address
• Private domain (.com/.co.id)
• 25 MB web hosting
• Anti Virus and Anti Spam (AVAS) untuk 25 email
• Instalasi internet gateway
• Training internet gateway
• Back up line 50 jam/bulan
• 24 hr Technical Support
Hubungi segera Marketing D~NET di (031) 5480500 atau email kami di marketing@dwp.co.id untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan customized solution kami.
Our Services
Personal Services
• Click!Card
• FIA
Corporate Services
• ADSL
-FAQ ADSL
• Building Services
• W I D A
Value Added Services
• D~Mobile
• D~NET AVAS
• D~NET WiFi
• Emails
Data Center
• Hosting & Domain
© Copyright PT Dutakom Wibawa Putra | 2010 | Design by D~NET Surabaya
Apabila Anda membutuhkan layanan internet berkecepatan tinggi tanpa henti. Maka WIDA adalah salah satu pilihan terbaik bagi Anda, karena WIDA menyediakan layanan internet selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu tanpa pulsa telepon.
Apa itu WIDA?
Wireless Internet Dedicated Access (WIDA) adalah layanan yang menghubungkan jaringan PELANGGAN ke Internet melalui jaringan D~NET menggunakan media wireless dengan frekuensi 2.4 GHz sebagai last miles selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu.
Gambar koneksi WIDA D~NET to Client
Kenapa memilih D~NET WIDA?
• Bandwith 1:1
D~NET memberikan jaminan bahwa bandwidth yang akan diterima adalah sesuai dengan bandwidth yang telah disepakati, tanpa adanya pemakaian bersama dengan pelanggan lainnya. Jaminan ratio bandwith 1:1 ini berlaku mulai dari lokasi perangkat wireless pelanggan sampai ke lokal maupun internasional backbone D~NET.
• Customized Bandwith
Upgrade dan downgrade bisa dilakukan sewaktu-waktu. Upgrade bandwidth on demand apabila pelanggan membutuhkan upgrade untuk sementara waktu apabila ada event seperti video conference atau pelatihan internet yang membutuhkan tambahan bandwidth untuk sementara.
• Availability 99%
D~NET memberikan jaminan tingkat ketersediaan konektivitas internet sebesar 99% dalam 1 bulan.
• Jaminan waktu respon maksimal 3 jam*
Dengan sistem monitor yang terintegrasi, Network Monitoring Center D~NET akan selalu mensupport dan menginformasikan semua kondisi layanan WIDA Pelanggan. Dalam hal ini, D~NET memberikan jaminan pemberian solusi penanganan gangguan dari respon awal sampai visit ke tempat pelanggan (bila dibutuhkan) maksimum dalam 3 jam.
* Untuk coverage area Surabaya
• Perawatan Berkala
Untuk menjaga kualitas koneksi internet, D~NET memberikan perawatan berkala untuk perangkat di lokasi pelanggan.
• 24 Hours Technical Support Hotline
Layanan informasi teknis bagi pelanggan selama 24 jam sehari, 7 hari seminggu.
Perangkat yang Anda butuhkan
- Customer Premise Equipment
- Tower
Paket Biaya Instalasi Biaya Registrasi Biaya Bulanan
D~NET WIDA 64 Kbps 2.500.000 2.400.000 Rp. 3.750.000,-
D~NET WIDA 128 Kbps Rp. 6.400.000,-
D~NET WIDA 256 Kbps Call D~NET Marketing
D~NET WIDA 512 Kbps Call D~NET Marketing
WIDA to IIX
Paket WIDA to IIX dikembangkan oleh D~NET untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang memerlukan koneksi nasional saja. Paket ini tepat bagi Anda yang hanya membutuhkan akses internet untuk content nasional, seperti : portal dalam negeri, situs berita, permainan game interaktif, dsb.
Paket Biaya Instalasi Biaya Registrasi Biaya Bulanan
D~NET WIDA IIX 128 Kbps 2.500.000 2.400.000 Rp. 3.500.000,-
D~NET WIDA IIX 256 Kbps Rp. 5.700.000,-
D~NET WIDA IIX 512 Kbps Call D~NET Marketing
Fasilitas yang Anda dapat
• Traffic Monitoring Page (MRTG)
• Secondary MX Setting
• 8 Public IP Address
• Private domain (.com/.co.id)
• 25 MB web hosting
• Anti Virus and Anti Spam (AVAS) untuk 25 email
• Instalasi internet gateway
• Training internet gateway
• Back up line 50 jam/bulan
• 24 hr Technical Support
Hubungi segera Marketing D~NET di (031) 5480500 atau email kami di marketing@dwp.co.id untuk mendapatkan informasi lebih lanjut dan customized solution kami.
Our Services
Personal Services
• Click!Card
• FIA
Corporate Services
• ADSL
-FAQ ADSL
• Building Services
• W I D A
Value Added Services
• D~Mobile
• D~NET AVAS
• D~NET WiFi
• Emails
Data Center
• Hosting & Domain
© Copyright PT Dutakom Wibawa Putra | 2010 | Design by D~NET Surabaya
Minggu, 17 Januari 2010
selular.co.id
MAJALAH » Teknologi
Lokasi Makin Akurat via SurroundSense
Senin, 16 November 2009
Ketidakakuratan GPS menentukan lokasi di dalam ruangan mengilhami ilmuwan Universitas Duke membuat sidik jari lokasi berdasar suasana. Fitur ponsel digunakan optimal dalam studi ini.
Ponsel dengan fitur GPS (global positioning system) melahirkan beragam aplikasi baru. Di Amerika Serikat contohnya, layanan GeoLife memungkinkan daftar toko akan muncul di layar ketika ponsel terdeteksi berada di dekat Wal-Mart. Belum lagi iklan berbasis GPS membuat seseorang yang masuk ke Starbucks akan mendapat kupon diskon elektronik pembelian kopi.
Tapi masalahnya, GPS hanya bisa akurat di luar ruangan. Di dalam ruangan, perangkat ini sering mati kutu. Akibatnya, gara-gara hanya berbatasan dinding, dua tempat yang berbeda bisa salah diinformasikan ke pengguna ponsel GPS. Apa jadinya kalau kupon permainan video game nyasar ke konsumen Starbucks gara-gara gedungnya bersebelahan dan berbatasan dinding saja. Alasan inilah yang menyebabkan tiga insinyur Duke University Amerika Serikat yakni Martin Azizyan, Ionut Constandache, dan Roy Choudhury merancang satu sistem sidik jari SurroundSense dengan memanfaatkan suasana suara, cahaya, warna, dan tempat sebagai penanda unik sebuah lokasi. “Atribut ini bisa dirasakan oleh ponsel lewat fitur kamera, mikrofon, dan akselerometer yang bisa digabungkan untuk menentukan lokasi,” seperti diungkapkan dalam paper mereka.
Menurut ketiganya, setiap tempat memiliki suasana yang khas misalnya di Starbucks yang terdengar nyaring adalah suara mesin kopi, microwave, dan dentingan suara sendok dan garpu yang beradu dengan gelas. Sementara di toko yang lain, warna menyolok menjadi pembeda misalnya dominan merah atau kuning. Pergerakan orang di satu tempat biasanya dipengaruhi oleh tata letak dari tempat tersebut, misalnya gerakan orang di supermarket berbeda dengan di restoran ataupun toko buku. “Kita tidak akan dapat banyak informasi dengan satu pengukuran saja, tapi begitu dikombinasikan optis, akustik, dan gerakan menjadi satu sidik jari ruangan yang unik,” kata Ionut Constandache, saat mempresentasikan temuannya di 15th International Conference on Mobile Computing dan Networking di Beijing September lalu seperti dikutip dari www.cellular-news.com.
Pengujian SurroundSense diawali dengan pengguna ponsel mengunjungi toko yang tidak dikenal. Secara otomatis, aplikasi programming Phyton yang dipasang di ponsel akan mengenali suasana. Lalu, suasana tersebut direkam, diproses dan dikirim ke server khusus dan dijadikan bahan di “pabrik” sidik jari (lihat tabel). Proses ini termasuk penyaringan (filtering) dan kesesuaian (matching) data. WiFi, akselerometer, dan sensor suara digunakan sebagai penyaring; warna dan cahaya dipakai untuk proses kesesuaian. Dari proses berliku ini, akan dihasilkan tipe data sensor yang “mewakili” suatu lokasi. Di SurroundSense ini akselerator diatur dengan tingkat 4 readings per detik, audio sampling pada rate 8 kHz, gambar diambil setiap 5 detik dan disetel pada posisi mode sport. Meta file nantinya akan terbentuk dari setiap sidik jari suasana.
Dalam pengujian lapangan terhadap 46 lokasi bisnis di sekitar kampus Duke dan 5 lokasi di India, didapatkan tingkat akurasi rata-rata mencapai 87%. Sample lokasi di India ini untuk mendapatkan variasi sidik jari suasana tanpa ketersediaan Wi-Fi. Nah, kalau sudah begini tak ada lagi informasi nyasar gara-gara GPS tak bisa mendeteksi Anda di dalam ruangan.
selular.co.id
© 2007 PT. Global Selular Media. Hak cipta dilindungi undang-undang.
Lokasi Makin Akurat via SurroundSense
Senin, 16 November 2009
Ketidakakuratan GPS menentukan lokasi di dalam ruangan mengilhami ilmuwan Universitas Duke membuat sidik jari lokasi berdasar suasana. Fitur ponsel digunakan optimal dalam studi ini.
Ponsel dengan fitur GPS (global positioning system) melahirkan beragam aplikasi baru. Di Amerika Serikat contohnya, layanan GeoLife memungkinkan daftar toko akan muncul di layar ketika ponsel terdeteksi berada di dekat Wal-Mart. Belum lagi iklan berbasis GPS membuat seseorang yang masuk ke Starbucks akan mendapat kupon diskon elektronik pembelian kopi.
Tapi masalahnya, GPS hanya bisa akurat di luar ruangan. Di dalam ruangan, perangkat ini sering mati kutu. Akibatnya, gara-gara hanya berbatasan dinding, dua tempat yang berbeda bisa salah diinformasikan ke pengguna ponsel GPS. Apa jadinya kalau kupon permainan video game nyasar ke konsumen Starbucks gara-gara gedungnya bersebelahan dan berbatasan dinding saja. Alasan inilah yang menyebabkan tiga insinyur Duke University Amerika Serikat yakni Martin Azizyan, Ionut Constandache, dan Roy Choudhury merancang satu sistem sidik jari SurroundSense dengan memanfaatkan suasana suara, cahaya, warna, dan tempat sebagai penanda unik sebuah lokasi. “Atribut ini bisa dirasakan oleh ponsel lewat fitur kamera, mikrofon, dan akselerometer yang bisa digabungkan untuk menentukan lokasi,” seperti diungkapkan dalam paper mereka.
Menurut ketiganya, setiap tempat memiliki suasana yang khas misalnya di Starbucks yang terdengar nyaring adalah suara mesin kopi, microwave, dan dentingan suara sendok dan garpu yang beradu dengan gelas. Sementara di toko yang lain, warna menyolok menjadi pembeda misalnya dominan merah atau kuning. Pergerakan orang di satu tempat biasanya dipengaruhi oleh tata letak dari tempat tersebut, misalnya gerakan orang di supermarket berbeda dengan di restoran ataupun toko buku. “Kita tidak akan dapat banyak informasi dengan satu pengukuran saja, tapi begitu dikombinasikan optis, akustik, dan gerakan menjadi satu sidik jari ruangan yang unik,” kata Ionut Constandache, saat mempresentasikan temuannya di 15th International Conference on Mobile Computing dan Networking di Beijing September lalu seperti dikutip dari www.cellular-news.com.
Pengujian SurroundSense diawali dengan pengguna ponsel mengunjungi toko yang tidak dikenal. Secara otomatis, aplikasi programming Phyton yang dipasang di ponsel akan mengenali suasana. Lalu, suasana tersebut direkam, diproses dan dikirim ke server khusus dan dijadikan bahan di “pabrik” sidik jari (lihat tabel). Proses ini termasuk penyaringan (filtering) dan kesesuaian (matching) data. WiFi, akselerometer, dan sensor suara digunakan sebagai penyaring; warna dan cahaya dipakai untuk proses kesesuaian. Dari proses berliku ini, akan dihasilkan tipe data sensor yang “mewakili” suatu lokasi. Di SurroundSense ini akselerator diatur dengan tingkat 4 readings per detik, audio sampling pada rate 8 kHz, gambar diambil setiap 5 detik dan disetel pada posisi mode sport. Meta file nantinya akan terbentuk dari setiap sidik jari suasana.
Dalam pengujian lapangan terhadap 46 lokasi bisnis di sekitar kampus Duke dan 5 lokasi di India, didapatkan tingkat akurasi rata-rata mencapai 87%. Sample lokasi di India ini untuk mendapatkan variasi sidik jari suasana tanpa ketersediaan Wi-Fi. Nah, kalau sudah begini tak ada lagi informasi nyasar gara-gara GPS tak bisa mendeteksi Anda di dalam ruangan.
selular.co.id
© 2007 PT. Global Selular Media. Hak cipta dilindungi undang-undang.
film sukses box office “2012.”
Kamis, 03 Desember 2009
"2012" OBSESI RAMALAN BERAKHIRNYA DUNIA
PERPUTARAN KUTUB: Salah satu adegan dari film sukses box office “2012.” Dalam film mengisahkan akhir dunia saat musim dingin di tahun 2012, yang merupakan titik balik matahari, seperti yang diprediksi suku Maya dan bangsa kuno China. (columbia tristar marketing group)
PERPUTARAN KUTUB: Salah satu adegan dari film sukses box office “2012.” Dalam film mengisahkan akhir dunia saat musim dingin di tahun 2012, yang merupakan titik balik matahari, seperti yang diprediksi suku Maya dan bangsa kuno China. (columbia tristar marketing group)
(Epochtimes.co.id)
Kalender suku bangsa Maya berakhir pada 2012, dan tiga tahun sebelum realita sesungguhnya, sutradara Roland Emmerich menorehkan karya luar biasa mengenai bencana terbesar umat manusia — di mana tak seorangpun dari kita dapat bertahan hidup. Itulah Hari Kiamat, dan Emmerich berusaha semaksimal mungkin melukiskan kehancuran bumi dalam berbagai cara untuk menguraikan pesan dari film ini.
Seperti diharapkan, grafis luar biasa dalam film “2012” melampaui penyampaian ceritanya yang utuh. Film ini sengaja dibuat untuk menghindari fokus pemikiran pada ramalan sejarah, yang hanya mengacu pada prediksi bangsa Maya sebagai media konseptual bagi tontonan visual. Ini bukanlah suatu karya seni, tidak sesuai sejarah sesungguhnya, namun gambar yang diformulasikan bermaksud untuk menghibur.
“2012” mengutip formula asal dan kemudian dituangkan ke dalam konsep yang lebih megah dan berlebihan — naskah yang kurang baik, para aktor yang menjanjikan, ditopang dengan spesial efek — namun yang membuat film ini berbeda dengan lainnya adalah sajian yang lebih dari sekedar ramalan, yang datang bukan hanya dari suku Maya.
Sejumlah ramalan berakhirnya dunia telah bermunculan dalam berbagai kemiripan dari segala sudut dunia.
Mulai dari kisah Nabi Nuh dan banjir besar dalam tradisi Yunani, kemiripan dalam kisah bangsa Sumeria dari Gilgamesh, hingga tenggelamnya dunia akibat banjir besar dalam kisah Manu (mitos dalam agama Hindu) — hal ini menjelaskan bahwa orang jaman kuno telah menemukan sesuatu yang sangat meyakinkan mengenai pemikiran bahwa mereka muncul dari dunia yang baru saja tenggelam, di mana suatu hari nanti bisa saja tenggelam kembali.
Mengapa orang-orang fokus pada penanggalan suku Maya? Terobsesi dengan ketepatan waktu, angka dan astrologi, suku Maya merupakan suku yang paling awal menerapkan konsep nol, bahkan kalender mereka lebih akurat dari yang kita miliki.
Karena ketepatannya yang luar biasa, orang-orang sangat tertarik akan ramalan mereka. Pada titik balik matahari musim dingin 2012, matahari akan sejajar dengan celah gelap dari Bima Sakti. Sedangkan baru dalam lima tahun terakhir ini para ilmuwan menemukan bahwa memang ada sebuah lubang hitam pada pusat galaksi kita.
Karakter Woody Harrelson menyebutkan, 2012 juga ditemukan dalam catatan China kuno “The Books of Changes” (I Ching), yang umumnya digunakan sebagai ramalan pribadi. Pakar ethnobotani dan pecahan waktu, Terrence serta Dennis McKenna menemukan pola pecahan mengerikan dalam grafik matematis pada kombinasi yang digunakan untuk menguraikan ramalan ini.
Dengan meletakkan pola ini di atas skala waktu, yang diawali dari "I Ching" pada Dinasti Shang, yang tertinggi dan terendah dari 64 heksagram atau enam-garis, telah secara akurat meramalkan runtuhnya Kekaisaran Romawi, penemuan Dunia Baru dan runtuhnya abad ini. Semuanya terjadi pada tanggal spesifik - 21 Desember 2012.
"I Ching" dari China kuno dan suku Maya dari Meksiko kuno, keduanya menyiratkan secara khusus datangnya hari kiamat. Einstein menyatakan teori Charles Hapgood tentang perpindahan kerak bumi, bahwa pergeseran kerak bumi akan menyebabkan kutub selatan dan kutub utara bertukar posisi.
Penelitian terkini oleh pakar geologi, Adam Halverson Maloof dan Galen membuktikan bahwa pergeseran kutub telah terjadi sebelumnya, setidaknya dua kali pada masa lampau.
Apakah ini hanya suatu kebetulan ataukah merupakan suatu peringatan?
Tak seorangpun menghendaki kemungkinan ini akan terjadi. Keluar dari gedung pertunjukkan, Anda mungkin akan merasa lelah oleh terjadinya kekacauan bencana yang terjadi berulang kali, setelah menyaksikan cuplikan akhir dunia selama 2 1/2 jam.
Kecepatan lingkungan kita menghadapi teknologi masyarakat modern juga telah melampaui pola pikir. Nabi Nuh membuat perahu karena ia telah menerima wahyu secara langsung dari Tuhan — dan dalam “2012” ilmu pengetahuan-lah yang pada akhirnya menyelamatkan umat manusia.
Namun satu fakta yang tetap tak berubah — apabila kedua kutub benar-benar bergeser, bencana di seluruh dunia pasti terjadi, tsunami akan menelan seluruh kota, gempa membelah sejumlah pertokoan, sejumlah meteor akan menghantam gunung-gunung berapi dan banjir besar — hal ini sama sekali bukan sesuatu yang menghibur. Secara keseluruhan, ini merupakan kisah tentang upaya manusia berusaha menyelamatkan diri dari suatu bencana yang mana mustahil bagi manusia untuk dapat bertahan hidup. (Vivian Song/ The Epoch Times/sua)
Tetap update Berita & Artikel di manapun dengan http://m.epochtimes.co.id dari browser ponsel anda!
Berita / Artikel Terkait :
18-1-2010 07:27:36 Pandora Dalam Film Avatar, Bisa Jadi Benar-benar Eksis
14-1-2010 14:02:49 Sebuah Ramalan 44 Tahun Yang Lalu
09-1-2010 08:40:14 Film Baru Donnie Yen
31-12-2009 08:14:53 10 Ramalan Dunia Tahun 2010
28-12-2009 11:35:52 Resensi Film : Avatar
Kembali ke atas
16-1-2010 07:56:49 Pattinson dan Stewart Jadi Incaran Penggemar
16-1-2010 07:52:22 Survei: Konsumen Lebih Cenderung Berinvestasi
16-1-2010 07:46:47 China Klaim Temukan Makam Jenderal Cao Cao
16-1-2010 07:34:11 Pikiran Positif dan Negatif Dapat Pengaruhi Genetika Janin
16-1-2010 07:27:27 Senyuman
Epochtimes Indonesia on Facebook
Epochtimes Indonesia e-paper
NTDTV Live Streaming
Barongsai Sudah Merupakan Budaya Indonesia
Tidak Ada yang Tidak Dapat Diselesaikan di Dalam Kehidupan Ini
Kualitas Hidup Terbaik Menurut Majalah International Living
Pandora Dalam Film Avatar, Bisa Jadi Benar-benar Eksis
Gurita Cikeas Ada di Lampu Merah
Label Peringatan Pada Telepon Selular
Museum Bukan Sekadar Sumber Informasi
Para Petinggi Hong Kong Tak Sabar Nantikan Shen Yun
Tips Merawat Kulit Agar Tampak Sehat
Adil dan Tidak Memihak
Anak kecil masuk ke mesin boneka
Tarian yang mengelikan
seni bermain piano
Iklan yang mengemaskan
Ketrampilan jari tangan
Keyboard masa depan
Pertunjukan palu besi dengan teknik khusus
Percintaan cumi-cumi yang mengharukan
Loncat jauh dengan seluncur air super
Penyimpanan bayi mamut yang paling sempurna
About Us | Redaksi | Pasang Iklan | Contact Us | e-Paper | Mobile | TV | Sitemap | RSS Feeds
Bahasa :
China | English | Perancis | Jerman | Rusia | Ukraina | Bulgaria | Israel | Slovakia | Swedia | Spanyol | Rumania | Chechnya | Jepang | Korea | Vietnam
Copyright 2008 - 2010 The Epochtimes Indonesia
Ketentuan Penggunaan | Disclaimer
"2012" OBSESI RAMALAN BERAKHIRNYA DUNIA
PERPUTARAN KUTUB: Salah satu adegan dari film sukses box office “2012.” Dalam film mengisahkan akhir dunia saat musim dingin di tahun 2012, yang merupakan titik balik matahari, seperti yang diprediksi suku Maya dan bangsa kuno China. (columbia tristar marketing group)
PERPUTARAN KUTUB: Salah satu adegan dari film sukses box office “2012.” Dalam film mengisahkan akhir dunia saat musim dingin di tahun 2012, yang merupakan titik balik matahari, seperti yang diprediksi suku Maya dan bangsa kuno China. (columbia tristar marketing group)
(Epochtimes.co.id)
Kalender suku bangsa Maya berakhir pada 2012, dan tiga tahun sebelum realita sesungguhnya, sutradara Roland Emmerich menorehkan karya luar biasa mengenai bencana terbesar umat manusia — di mana tak seorangpun dari kita dapat bertahan hidup. Itulah Hari Kiamat, dan Emmerich berusaha semaksimal mungkin melukiskan kehancuran bumi dalam berbagai cara untuk menguraikan pesan dari film ini.
Seperti diharapkan, grafis luar biasa dalam film “2012” melampaui penyampaian ceritanya yang utuh. Film ini sengaja dibuat untuk menghindari fokus pemikiran pada ramalan sejarah, yang hanya mengacu pada prediksi bangsa Maya sebagai media konseptual bagi tontonan visual. Ini bukanlah suatu karya seni, tidak sesuai sejarah sesungguhnya, namun gambar yang diformulasikan bermaksud untuk menghibur.
“2012” mengutip formula asal dan kemudian dituangkan ke dalam konsep yang lebih megah dan berlebihan — naskah yang kurang baik, para aktor yang menjanjikan, ditopang dengan spesial efek — namun yang membuat film ini berbeda dengan lainnya adalah sajian yang lebih dari sekedar ramalan, yang datang bukan hanya dari suku Maya.
Sejumlah ramalan berakhirnya dunia telah bermunculan dalam berbagai kemiripan dari segala sudut dunia.
Mulai dari kisah Nabi Nuh dan banjir besar dalam tradisi Yunani, kemiripan dalam kisah bangsa Sumeria dari Gilgamesh, hingga tenggelamnya dunia akibat banjir besar dalam kisah Manu (mitos dalam agama Hindu) — hal ini menjelaskan bahwa orang jaman kuno telah menemukan sesuatu yang sangat meyakinkan mengenai pemikiran bahwa mereka muncul dari dunia yang baru saja tenggelam, di mana suatu hari nanti bisa saja tenggelam kembali.
Mengapa orang-orang fokus pada penanggalan suku Maya? Terobsesi dengan ketepatan waktu, angka dan astrologi, suku Maya merupakan suku yang paling awal menerapkan konsep nol, bahkan kalender mereka lebih akurat dari yang kita miliki.
Karena ketepatannya yang luar biasa, orang-orang sangat tertarik akan ramalan mereka. Pada titik balik matahari musim dingin 2012, matahari akan sejajar dengan celah gelap dari Bima Sakti. Sedangkan baru dalam lima tahun terakhir ini para ilmuwan menemukan bahwa memang ada sebuah lubang hitam pada pusat galaksi kita.
Karakter Woody Harrelson menyebutkan, 2012 juga ditemukan dalam catatan China kuno “The Books of Changes” (I Ching), yang umumnya digunakan sebagai ramalan pribadi. Pakar ethnobotani dan pecahan waktu, Terrence serta Dennis McKenna menemukan pola pecahan mengerikan dalam grafik matematis pada kombinasi yang digunakan untuk menguraikan ramalan ini.
Dengan meletakkan pola ini di atas skala waktu, yang diawali dari "I Ching" pada Dinasti Shang, yang tertinggi dan terendah dari 64 heksagram atau enam-garis, telah secara akurat meramalkan runtuhnya Kekaisaran Romawi, penemuan Dunia Baru dan runtuhnya abad ini. Semuanya terjadi pada tanggal spesifik - 21 Desember 2012.
"I Ching" dari China kuno dan suku Maya dari Meksiko kuno, keduanya menyiratkan secara khusus datangnya hari kiamat. Einstein menyatakan teori Charles Hapgood tentang perpindahan kerak bumi, bahwa pergeseran kerak bumi akan menyebabkan kutub selatan dan kutub utara bertukar posisi.
Penelitian terkini oleh pakar geologi, Adam Halverson Maloof dan Galen membuktikan bahwa pergeseran kutub telah terjadi sebelumnya, setidaknya dua kali pada masa lampau.
Apakah ini hanya suatu kebetulan ataukah merupakan suatu peringatan?
Tak seorangpun menghendaki kemungkinan ini akan terjadi. Keluar dari gedung pertunjukkan, Anda mungkin akan merasa lelah oleh terjadinya kekacauan bencana yang terjadi berulang kali, setelah menyaksikan cuplikan akhir dunia selama 2 1/2 jam.
Kecepatan lingkungan kita menghadapi teknologi masyarakat modern juga telah melampaui pola pikir. Nabi Nuh membuat perahu karena ia telah menerima wahyu secara langsung dari Tuhan — dan dalam “2012” ilmu pengetahuan-lah yang pada akhirnya menyelamatkan umat manusia.
Namun satu fakta yang tetap tak berubah — apabila kedua kutub benar-benar bergeser, bencana di seluruh dunia pasti terjadi, tsunami akan menelan seluruh kota, gempa membelah sejumlah pertokoan, sejumlah meteor akan menghantam gunung-gunung berapi dan banjir besar — hal ini sama sekali bukan sesuatu yang menghibur. Secara keseluruhan, ini merupakan kisah tentang upaya manusia berusaha menyelamatkan diri dari suatu bencana yang mana mustahil bagi manusia untuk dapat bertahan hidup. (Vivian Song/ The Epoch Times/sua)
Tetap update Berita & Artikel di manapun dengan http://m.epochtimes.co.id dari browser ponsel anda!
Berita / Artikel Terkait :
18-1-2010 07:27:36 Pandora Dalam Film Avatar, Bisa Jadi Benar-benar Eksis
14-1-2010 14:02:49 Sebuah Ramalan 44 Tahun Yang Lalu
09-1-2010 08:40:14 Film Baru Donnie Yen
31-12-2009 08:14:53 10 Ramalan Dunia Tahun 2010
28-12-2009 11:35:52 Resensi Film : Avatar
Kembali ke atas
16-1-2010 07:56:49 Pattinson dan Stewart Jadi Incaran Penggemar
16-1-2010 07:52:22 Survei: Konsumen Lebih Cenderung Berinvestasi
16-1-2010 07:46:47 China Klaim Temukan Makam Jenderal Cao Cao
16-1-2010 07:34:11 Pikiran Positif dan Negatif Dapat Pengaruhi Genetika Janin
16-1-2010 07:27:27 Senyuman
Epochtimes Indonesia on Facebook
Epochtimes Indonesia e-paper
NTDTV Live Streaming
Barongsai Sudah Merupakan Budaya Indonesia
Tidak Ada yang Tidak Dapat Diselesaikan di Dalam Kehidupan Ini
Kualitas Hidup Terbaik Menurut Majalah International Living
Pandora Dalam Film Avatar, Bisa Jadi Benar-benar Eksis
Gurita Cikeas Ada di Lampu Merah
Label Peringatan Pada Telepon Selular
Museum Bukan Sekadar Sumber Informasi
Para Petinggi Hong Kong Tak Sabar Nantikan Shen Yun
Tips Merawat Kulit Agar Tampak Sehat
Adil dan Tidak Memihak
Anak kecil masuk ke mesin boneka
Tarian yang mengelikan
seni bermain piano
Iklan yang mengemaskan
Ketrampilan jari tangan
Keyboard masa depan
Pertunjukan palu besi dengan teknik khusus
Percintaan cumi-cumi yang mengharukan
Loncat jauh dengan seluncur air super
Penyimpanan bayi mamut yang paling sempurna
About Us | Redaksi | Pasang Iklan | Contact Us | e-Paper | Mobile | TV | Sitemap | RSS Feeds
Bahasa :
China | English | Perancis | Jerman | Rusia | Ukraina | Bulgaria | Israel | Slovakia | Swedia | Spanyol | Rumania | Chechnya | Jepang | Korea | Vietnam
Copyright 2008 - 2010 The Epochtimes Indonesia
Ketentuan Penggunaan | Disclaimer
Langganan:
Komentar (Atom)