Kamis, 03 Desember 2009
"2012" OBSESI RAMALAN BERAKHIRNYA DUNIA
PERPUTARAN KUTUB: Salah satu adegan dari film sukses box office “2012.” Dalam film mengisahkan akhir dunia saat musim dingin di tahun 2012, yang merupakan titik balik matahari, seperti yang diprediksi suku Maya dan bangsa kuno China. (columbia tristar marketing group)
PERPUTARAN KUTUB: Salah satu adegan dari film sukses box office “2012.” Dalam film mengisahkan akhir dunia saat musim dingin di tahun 2012, yang merupakan titik balik matahari, seperti yang diprediksi suku Maya dan bangsa kuno China. (columbia tristar marketing group)
(Epochtimes.co.id)
Kalender suku bangsa Maya berakhir pada 2012, dan tiga tahun sebelum realita sesungguhnya, sutradara Roland Emmerich menorehkan karya luar biasa mengenai bencana terbesar umat manusia — di mana tak seorangpun dari kita dapat bertahan hidup. Itulah Hari Kiamat, dan Emmerich berusaha semaksimal mungkin melukiskan kehancuran bumi dalam berbagai cara untuk menguraikan pesan dari film ini.
Seperti diharapkan, grafis luar biasa dalam film “2012” melampaui penyampaian ceritanya yang utuh. Film ini sengaja dibuat untuk menghindari fokus pemikiran pada ramalan sejarah, yang hanya mengacu pada prediksi bangsa Maya sebagai media konseptual bagi tontonan visual. Ini bukanlah suatu karya seni, tidak sesuai sejarah sesungguhnya, namun gambar yang diformulasikan bermaksud untuk menghibur.
“2012” mengutip formula asal dan kemudian dituangkan ke dalam konsep yang lebih megah dan berlebihan — naskah yang kurang baik, para aktor yang menjanjikan, ditopang dengan spesial efek — namun yang membuat film ini berbeda dengan lainnya adalah sajian yang lebih dari sekedar ramalan, yang datang bukan hanya dari suku Maya.
Sejumlah ramalan berakhirnya dunia telah bermunculan dalam berbagai kemiripan dari segala sudut dunia.
Mulai dari kisah Nabi Nuh dan banjir besar dalam tradisi Yunani, kemiripan dalam kisah bangsa Sumeria dari Gilgamesh, hingga tenggelamnya dunia akibat banjir besar dalam kisah Manu (mitos dalam agama Hindu) — hal ini menjelaskan bahwa orang jaman kuno telah menemukan sesuatu yang sangat meyakinkan mengenai pemikiran bahwa mereka muncul dari dunia yang baru saja tenggelam, di mana suatu hari nanti bisa saja tenggelam kembali.
Mengapa orang-orang fokus pada penanggalan suku Maya? Terobsesi dengan ketepatan waktu, angka dan astrologi, suku Maya merupakan suku yang paling awal menerapkan konsep nol, bahkan kalender mereka lebih akurat dari yang kita miliki.
Karena ketepatannya yang luar biasa, orang-orang sangat tertarik akan ramalan mereka. Pada titik balik matahari musim dingin 2012, matahari akan sejajar dengan celah gelap dari Bima Sakti. Sedangkan baru dalam lima tahun terakhir ini para ilmuwan menemukan bahwa memang ada sebuah lubang hitam pada pusat galaksi kita.
Karakter Woody Harrelson menyebutkan, 2012 juga ditemukan dalam catatan China kuno “The Books of Changes” (I Ching), yang umumnya digunakan sebagai ramalan pribadi. Pakar ethnobotani dan pecahan waktu, Terrence serta Dennis McKenna menemukan pola pecahan mengerikan dalam grafik matematis pada kombinasi yang digunakan untuk menguraikan ramalan ini.
Dengan meletakkan pola ini di atas skala waktu, yang diawali dari "I Ching" pada Dinasti Shang, yang tertinggi dan terendah dari 64 heksagram atau enam-garis, telah secara akurat meramalkan runtuhnya Kekaisaran Romawi, penemuan Dunia Baru dan runtuhnya abad ini. Semuanya terjadi pada tanggal spesifik - 21 Desember 2012.
"I Ching" dari China kuno dan suku Maya dari Meksiko kuno, keduanya menyiratkan secara khusus datangnya hari kiamat. Einstein menyatakan teori Charles Hapgood tentang perpindahan kerak bumi, bahwa pergeseran kerak bumi akan menyebabkan kutub selatan dan kutub utara bertukar posisi.
Penelitian terkini oleh pakar geologi, Adam Halverson Maloof dan Galen membuktikan bahwa pergeseran kutub telah terjadi sebelumnya, setidaknya dua kali pada masa lampau.
Apakah ini hanya suatu kebetulan ataukah merupakan suatu peringatan?
Tak seorangpun menghendaki kemungkinan ini akan terjadi. Keluar dari gedung pertunjukkan, Anda mungkin akan merasa lelah oleh terjadinya kekacauan bencana yang terjadi berulang kali, setelah menyaksikan cuplikan akhir dunia selama 2 1/2 jam.
Kecepatan lingkungan kita menghadapi teknologi masyarakat modern juga telah melampaui pola pikir. Nabi Nuh membuat perahu karena ia telah menerima wahyu secara langsung dari Tuhan — dan dalam “2012” ilmu pengetahuan-lah yang pada akhirnya menyelamatkan umat manusia.
Namun satu fakta yang tetap tak berubah — apabila kedua kutub benar-benar bergeser, bencana di seluruh dunia pasti terjadi, tsunami akan menelan seluruh kota, gempa membelah sejumlah pertokoan, sejumlah meteor akan menghantam gunung-gunung berapi dan banjir besar — hal ini sama sekali bukan sesuatu yang menghibur. Secara keseluruhan, ini merupakan kisah tentang upaya manusia berusaha menyelamatkan diri dari suatu bencana yang mana mustahil bagi manusia untuk dapat bertahan hidup. (Vivian Song/ The Epoch Times/sua)
Tetap update Berita & Artikel di manapun dengan http://m.epochtimes.co.id dari browser ponsel anda!
Berita / Artikel Terkait :
18-1-2010 07:27:36 Pandora Dalam Film Avatar, Bisa Jadi Benar-benar Eksis
14-1-2010 14:02:49 Sebuah Ramalan 44 Tahun Yang Lalu
09-1-2010 08:40:14 Film Baru Donnie Yen
31-12-2009 08:14:53 10 Ramalan Dunia Tahun 2010
28-12-2009 11:35:52 Resensi Film : Avatar
Kembali ke atas
16-1-2010 07:56:49 Pattinson dan Stewart Jadi Incaran Penggemar
16-1-2010 07:52:22 Survei: Konsumen Lebih Cenderung Berinvestasi
16-1-2010 07:46:47 China Klaim Temukan Makam Jenderal Cao Cao
16-1-2010 07:34:11 Pikiran Positif dan Negatif Dapat Pengaruhi Genetika Janin
16-1-2010 07:27:27 Senyuman
Epochtimes Indonesia on Facebook
Epochtimes Indonesia e-paper
NTDTV Live Streaming
Barongsai Sudah Merupakan Budaya Indonesia
Tidak Ada yang Tidak Dapat Diselesaikan di Dalam Kehidupan Ini
Kualitas Hidup Terbaik Menurut Majalah International Living
Pandora Dalam Film Avatar, Bisa Jadi Benar-benar Eksis
Gurita Cikeas Ada di Lampu Merah
Label Peringatan Pada Telepon Selular
Museum Bukan Sekadar Sumber Informasi
Para Petinggi Hong Kong Tak Sabar Nantikan Shen Yun
Tips Merawat Kulit Agar Tampak Sehat
Adil dan Tidak Memihak
Anak kecil masuk ke mesin boneka
Tarian yang mengelikan
seni bermain piano
Iklan yang mengemaskan
Ketrampilan jari tangan
Keyboard masa depan
Pertunjukan palu besi dengan teknik khusus
Percintaan cumi-cumi yang mengharukan
Loncat jauh dengan seluncur air super
Penyimpanan bayi mamut yang paling sempurna
About Us | Redaksi | Pasang Iklan | Contact Us | e-Paper | Mobile | TV | Sitemap | RSS Feeds
Bahasa :
China | English | Perancis | Jerman | Rusia | Ukraina | Bulgaria | Israel | Slovakia | Swedia | Spanyol | Rumania | Chechnya | Jepang | Korea | Vietnam
Copyright 2008 - 2010 The Epochtimes Indonesia
Ketentuan Penggunaan | Disclaimer
Tidak ada komentar:
Posting Komentar